Perdana dan Pecah! Festival Kuliner PKK–UMKM Ramaikan HUT ke-21 Bomberay, Nurwidayati Samaun Dahlan Tegaskan Perempuan Penggerak Ekonomi Lokal
Transparansi Tanpa Tawar

Bomberay, spiritrevolusi.id Fakfak — Suasana semarak dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Festival Kuliner PKK dan UMKM dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Distrik Bomberay, Sabtu (14/2/2026). Untuk pertama kalinya, festival kuliner digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi distrik di Kabupaten Fakfak, sekaligus menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Nurwidayati Samaun Dahlan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, kader PKK, pelaku UMKM, serta masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan acara.
“Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena atas rahmat dan ridho-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya mengawali sambutan.
Sambutan yang diselingi pantun itu disambut hangat hadirin. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan dan kebersamaan merupakan bagian penting dari kesehatan sosial masyarakat, dan festival ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus merayakan kreativitas.
Perdana dan Inspiratif
Sebagai festival kuliner perdana dalam sejarah perayaan HUT Distrik Bomberay, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi distrik-distrik lain di Kabupaten Fakfak untuk merayakan hari jadi wilayah dengan melibatkan potensi lokal masyarakat.
“Ini bukan sekadar festival makanan, tetapi wujud kreativitas dan kekuatan emak-emak dalam menggerakkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Melalui festival ini, masyarakat dapat menyaksikan secara langsung potensi UMKM kuliner di tingkat distrik, sekaligus mengenal kekayaan bahan pangan lokal yang diolah menjadi sajian lezat dan bergizi.
Peran Strategis Perempuan
Nurwidayati menegaskan bahwa sektor kuliner sangat erat dengan peran perempuan. Kreativitas ibu-ibu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi merupakan kekuatan strategis dalam menopang ketahanan keluarga.
Festival ini menjadi ruang promosi bagi UMKM kuliner yang didominasi kaum ibu untuk memperluas jaringan usaha, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong peningkatan pendapatan keluarga.
“Bukan hanya memamerkan makanan, tetapi juga memetik hikmah bahwa kuliner adalah warisan budaya yang kaya sejarah, cita rasa, dan kearifan lokal,” tegasnya.
Dukung Gizi dan Cegah Stunting
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, festival ini juga dinilai strategis dalam mendukung konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Pemanfaatan bahan pangan lokal seperti sagu dan ikan segar menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi daerah.
Melalui pola konsumsi sehat dan bergizi, PKK turut mendorong pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.
“Ibu-ibu memiliki peran penting dalam memperhatikan asupan gizi anak, bahkan sejak dalam kandungan. Dari dapur rumah tangga lahir generasi masa depan,” ujarnya.
Lestarikan Budaya Lokal
Festival kuliner ini juga menjadi ajang pelestarian budaya. Beragam resep tradisional diperkenalkan kembali kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman. Sajian khas seperti olahan sagu, ikan tenggiri, serta aneka makanan tradisional lainnya ditampilkan sebagai identitas kuliner masyarakat Bomberay.
Kegiatan ini menegaskan jati diri masyarakat melalui cita rasa lokal yang autentik sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.
Harapan Berkelanjutan
Di akhir sambutannya, Nurwidayati kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan kader PKK yang telah bekerja keras menyukseskan festival. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan berkembang menjadi agenda rutin yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Festival Kuliner PKK dan UM
(Ria)




