NEWS

Tiga Kepala Distrik Dicopot, Bupati Samaun Gaspol Bersihkan Birokrasi di Tahun Pertama

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id Fakfak, Papua Barat – Memasuki satu tahun kepemimpinan, Bupati Fakfak Samaun Dahlan langsung tancap gas melakukan evaluasi menyeluruh di tubuh birokrasi. Dalam pelantikan pejabat tinggi pratama di Gedung Wintder Tuare, Jumat (20/2/2026), ia resmi mencopot tiga kepala distrik sebagai bagian dari langkah penataan pemerintahan.

Tiga pejabat yang dicopot masing-masing Kepala Distrik Mbahamdandara, Kepala Distrik Weri, dan Kepala Distrik Arguni. Bupati memerintahkan Sekretaris Daerah segera menyiapkan pelaksana tugas (Plt) guna memastikan roda pemerintahan di tingkat distrik tetap berjalan normal.

“Segera buatkan pelaksana tugas,” tegasnya di hadapan jajaran pejabat yang hadir.

Langkah tegas itu menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi kinerja bukan sekadar wacana. Bupati menegaskan, perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan akan terus dilakukan bersama Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik demi mewujudkan birokrasi yang disiplin dan profesional.

Tak hanya di tingkat distrik, penertiban juga menyasar aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai tidak menjalankan tugas. Ia mengungkapkan terdapat 37 pegawai yang tidak aktif masuk kantor. Untuk pegawai yang mangkir di bawah satu tahun, diminta agar diberikan sanksi penahanan gaji disertai peringatan tegas. Sementara yang tidak masuk kerja lebih dari satu tahun, bahkan hingga tiga tahun, diminta diproses sesuai ketentuan hingga pemberhentian.

Instruksi itu disampaikan langsung kepada Sekda dan Kepala BKPSDM untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme peraturan yang berlaku.

Selain tiga kepala distrik, Bupati juga meminta evaluasi terhadap Kepala Puskesmas Tomage dan menginstruksikan penunjukan pelaksana tugas agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu.

Menurutnya, kebijakan pencopotan dan penertiban ASN bukanlah bentuk tindakan sepihak, melainkan bagian dari komitmen memperbaiki sistem pemerintahan di Negeri Mbaham Matta.

“Kalau ini tidak dilakukan, tidak akan ada perubahan di Fakfak,” ujarnya.

Bupati menegaskan, satu tahun pertama kepemimpinannya menjadi fondasi pembenahan menyeluruh. Ia meminta seluruh jajaran bekerja dengan integritas dan tanggung jawab, seraya menekankan bahwa pemerintahan yang dijalankan saat ini berorientasi pada pelayanan publik yang maksimal.

Langkah evaluasi dan pencopotan pejabat ini diperkirakan menjadi awal dari reformasi birokrasi lanjutan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam waktu dekat.

(Ria)

Related Articles

Back to top button