Revolusi Belajar dari Mitimber: Metode Metode GASING Bikin Siswa Ketagihan Matematika
Transparansi Tanpa Tawar

spiritrevolusi.id– Mitimber, Distrik Mbahamdandara, Fak-Fak 27 Februari 2026 – Stigma bahwa matematika adalah pelajaran paling sulit perlahan dipatahkan di SD Negeri Mitimber. Melalui penerapan Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), proses belajar mengajar berubah drastis: lebih aktif, komunikatif, dan membangkitkan rasa percaya diri siswa.
Kepala sekolah Mohamad Hasbi Lie menjelaskan, penerapan metode ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Fakfak pada tahun lalu. Salah satu guru, Irma Murniati, S.Pd., ditunjuk untuk mengimplementasikan sekaligus mengembangkan pendekatan tersebut di kelas.
Pelatihan berlangsung selama kurang lebih 17 hari dan dipusatkan di SD Inpres Kayu Merah dengan menghadirkan trainer khusus. Sejak saat itu, metode GASING mulai diterapkan secara bertahap di SD Negeri Mitimber.
Bangun Fondasi, Ubah Cara Pandang
Irma menjelaskan bahwa GASING menekankan penguasaan konsep dasar secara sistematis dan menyenangkan. Materi difokuskan pada operasi hitung dasar—penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian—sebagai pondasi utama sebelum siswa melangkah ke materi yang lebih kompleks.
“Anak-anak sering merasa matematika itu menakutkan karena belum kuat di dasarnya. Dengan GASING, mereka belajar tahap demi tahap, tanpa tekanan. Sekarang mereka sendiri yang bilang, ‘Ternyata matematika itu mudah,’” ungkap Irma.
Pendekatan ini mengedepankan pola berpikir logis dan pemahaman konsep, bukan sekadar menghafal rumus. Proses belajar dibuat interaktif, cepat dipahami, dan penuh variasi latihan yang membangun kepercayaan diri.
Suasana Kelas Lebih Hidup
Perubahan terlihat jelas di ruang kelas. Jika sebelumnya sebagian siswa cenderung pasif saat pelajaran matematika dimulai, kini mereka lebih antusias dan berani menjawab soal di depan kelas.
Menurut Irma, peningkatan tidak hanya terlihat dari hasil latihan, tetapi juga dari sikap siswa terhadap pelajaran. Mereka lebih fokus, lebih percaya diri, dan tidak lagi menghindari matematika.
Keberhasilan tersebut mendorong pihak sekolah untuk mulai mengimbaskan metode ini ke kelas lain serta berbagi praktik baik kepada guru-guru lainnya.
Dorong Literasi dan Numerasi Sejak Dini
Penerapan metode GASING dinilai sejalan dengan upaya penguatan literasi dan numerasi di tingkat pendidikan dasar. Penguasaan konsep matematika sejak dini menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Kepala sekolah menegaskan bahwa inovasi pembelajaran harus terus dikembangkan agar kualitas pendidikan di wilayah Distrik Mbahamdandara semakin meningkat.
“Kalau fondasi dasar anak-anak kuat, mereka tidak akan tertinggal. Ini bagian dari komitmen kami membangun kualitas pendidikan dari kampung,” ujarnya.
Transformasi pembelajaran di SD Negeri Mitimber membuktikan bahwa perubahan metode dapat membawa dampak nyata. Dari ruang kelas sederhana di Distrik Mbahamdandara, semangat baru dalam belajar matematika kini tumbuh—menjadi harapan bagi masa depan generasi yang lebih percaya diri dan siap bersaing.
(Ria)




