Kunjungi Rumah Tua Leluhur di Kampung Offie, Willy M. Hegemur Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Keluarga
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id, Papua Barat Fak-Fak selasa 24 Maret 2026 – Dalam suasana hangat pasca Idulfitri, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Willy M. Hegemur, melakukan kunjungan perdananya ke Kampung Offie dengan agenda silaturahmi keluarga sekaligus meninjau langsung rumah tua peninggalan leluhur yang sarat nilai sejarah.
Kunjungan tersebut menjadi momen emosional bagi Willy Hegemur. Ia mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan darah dengan keluarga besar di Kampung Offie, khususnya dari garis keturunan marga Pattiran. Rumah tua yang dikunjungi merupakan peninggalan kakek buyut yang hingga kini masih berdiri dan menjadi simbol persatuan keluarga besar.
“Sebagai bagian dari keluarga besar di kampung ini, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk datang melihat langsung kondisi rumah tua ini, apalagi dalam momen silaturahmi Hari Raya. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi bentuk kepedulian terhadap akar dan warisan keluarga,” ujarnya.
Rumah tua yang dikenal dengan nama Rumah Tua Bahan Weriah tersebut terletak strategis di bawah area masjid dan di pinggir jembatan Kampung Offie. Selain menjadi tempat tinggal, rumah ini juga difungsikan sebagai pusat berkumpulnya keluarga besar, termasuk dari marga Pattiran, Muri, dan kerabat lainnya.
Pemilik rumah, Bapak Sabaruddin Pattiran, menyampaikan bahwa rumah tersebut memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi. Selama ini, rumah itu menjadi tempat menyatukan keluarga besar dalam berbagai momen penting, baik adat maupun kekeluargaan.
Dalam kunjungannya, Willy Hegemur juga menyatakan komitmennya untuk ikut mendukung upaya perbaikan dan pengembangan rumah tua tersebut agar tetap terjaga sebagai warisan keluarga. Ia mengaku telah berdiskusi dengan para paman dan sepupu untuk bersama-sama memperhatikan kebutuhan rumah tersebut ke depan.
“Kami sudah sepakat untuk mulai melihat apa saja yang perlu dibenahi. Ini rumah adat, rumah kebersamaan. Jadi harus dijaga dan dirawat dengan baik sebagai identitas keluarga besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa menjaga rumah tua bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga menjaga nilai-nilai kekeluargaan, sejarah, dan identitas budaya yang melekat di dalamnya.
Kunjungan ini pun disambut hangat oleh keluarga besar di Kampung Offie. Mereka berharap perhatian yang diberikan dapat menjadi awal dari upaya pelestarian rumah tua sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan lintas generasi.
Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab terhadap warisan leluhur, kehadiran Willy Hegemur di Kampung Offie menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjaga akar budaya dan sejarah keluarga sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
(Ria)




