Gebrakan Transparansi Dana BOS di Dairi: SDN Pangaribuan Jadi Role Model, Kabid Pembinaan SD Berikan Apresiasi Tinggi
Transparansi Tanpa Tawar

DAIRI, SUMUT – Dunia pendidikan di Kabupaten Dairi dikejutkan oleh langkah berani SD Negeri 034804 Pangaribuan yang membuka dokumen anggaran Dana BOS secara transparan kepada publik. Langkah ini dinilai sebagai standar baru keterbukaan informasi bagi 273 SD/MI di 15 kecamatan di Kabupaten Dairi.
Kronologi Peristiwa
Berawal pada 5 Maret 2026, media Spirit Revolusi Nusantara perwakilan Sumatera Utara melakukan fungsi kontrol sosial terhadap penggunaan Dana BOS senilai Rp 95 juta untuk perpustakaan di SDN Pangaribuan. Menanggapi sorotan tersebut, Kepala SDN 034804 Pangaribuan, Ibuk Rusfai Kamelia Silaban, S.Pd.SD, merespons dengan cepat dan terbuka.

Pada 6 Maret 2026, Ibuk Rusfai secara resmi menyerahkan salinan dokumen anggaran Dana BOS tahun 2025 tahap pertama dan kedua kepada awak media. Ia juga mengundang pihak media untuk meninjau langsung koleksi buku di perpustakaan sekolah yang telah disalurkan kepada murid untuk menunjang belajar di rumah.
Kontras Kepemimpinan di SDN Huta Gugung
Keberanian SDN Pangaribuan ini sangat kontras dengan sikap Kepala SDN Huta Gugung, Kecamatan Sumbul. Saat dikonfirmasi mengenai anggaran serupa, pihak sekolah tersebut terkesan menutupi akses dan mengarahkan media untuk bertanya langsung ke Dinas Pendidikan atau Inspektorat. Hal ini memicu kritik tajam dari Insan Banurea, Kepala Perwakilan Sumut Spirit Revolusi, yang menegaskan bahwa transparansi adalah napas perjuangan pendidikan.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi
Menanggapi dinamika ini, Kepala Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Piddon Rajagukguk, memberikan pernyataan resmi yang memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah dan media.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibuk Rusfai Kamelia Silaban, S.Pd.SD, Kepala SDN Pangaribuan. Ini adalah bukti integritas pimpinan sekolah dalam menjaga amanah uang rakyat. Langkah ini harus menjadi role model bagi 272 SD/MI lainnya di Dairi,” ujar Piddon Rajagukguk.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Redaksi Spirit Revolusi Nusantara dan saudara Insan Banurea. “Kontrol sosial dari media adalah ‘vitamin’ bagi kami untuk terus berbenah. Sinergi antara kejujuran sekolah dan ketajaman investigasi media adalah kunci kemajuan pendidikan kita,” tambahnya.
Tantangan Transparansi ke Depan
Kini publik menanti apakah langkah berani SDN Pangaribuan akan diikuti oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Dairi, atau justru memicu reaksi ‘kebakaran jenggot’ bagi pihak yang masih enggan membuka diri terhadap akses informasi publik. Transparansi anggaran negara kini menjadi parameter utama dalam menilai komitmen pimpinan sekolah terhadap masa depan anak didik.
Laporan: Kepala Perwakilan Sumut
Pemberita: Fendi Boang Manalu Media: Spirit Revolusi Nusantara




