Uncategorized

Bupati Samaun Dahlan Resmikan Mehak Tuni, Tonggak Baru Pelestarian Seni, Sejarah, dan Jati Diri Masyarakat Fakfak

Transparansi Tanpa Tawar

SpiritRevolusi.id | Fakfak – Komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam menjaga warisan budaya terus diperkuat. Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, secara resmi meresmikan Mehak Tuni, sebuah ruang budaya yang diproyeksikan menjadi pusat pelestarian seni, sejarah, adat, dan identitas masyarakat Fakfak.

Peresmian Mehak Tuni menjadi momentum penting dalam upaya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi. Kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para pelaku seni dan budayawan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar mengenal akar sejarah serta kekayaan budaya daerahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah juga ditentukan oleh kemampuannya menjaga identitas budaya dan menghormati warisan para leluhur.

“Budaya adalah fondasi peradaban. Jika identitas budaya hilang, maka sebuah daerah akan kehilangan arah dan karakter. Karena itu, Mehak Tuni dihadirkan sebagai rumah bersama untuk menjaga, merawat, sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Fakfak agar tetap hidup dari generasi ke generasi,” tegasnya.

Mehak Tuni dirancang menjadi wadah bagi berbagai aktivitas kebudayaan, mulai dari pementasan seni tradisional, diskusi sejarah, pelatihan kerajinan lokal, hingga pengembangan karya kreatif masyarakat. Pemerintah berharap tempat ini mampu melahirkan inovasi baru tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang telah diwariskan turun-temurun.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, seniman, akademisi, hingga generasi muda untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan budaya Fakfak. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab kolektif yang harus terus diwariskan.

Ia menilai keberadaan Mehak Tuni juga memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata budaya. Dengan kekayaan sejarah dan keberagaman adat yang dimiliki Fakfak, ruang budaya tersebut diharapkan mampu menjadi destinasi edukasi sekaligus daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain sebagai pusat aktivitas seni dan budaya, Mehak Tuni diharapkan menjadi ruang dialog lintas generasi, tempat bertemunya nilai-nilai tradisi dengan gagasan-gagasan baru yang membangun. Melalui ruang tersebut, sejarah lokal tidak hanya disimpan sebagai cerita masa lalu, tetapi dihidupkan kembali sebagai sumber inspirasi dalam pembangunan daerah.

Peresmian Mehak Tuni mendapat apresiasi dari berbagai kalangan yang hadir. Mereka menilai langkah Pemerintah Kabupaten Fakfak merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap pelestarian budaya lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat di Tanah Mbaham Matta.

Dengan diresmikannya Mehak Tuni, Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Seni, sejarah, adat, dan nilai-nilai kearifan lokal diyakini menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang maju tanpa kehilangan jati dirinya.

(Ria)

Related Articles

Back to top button