Kadis Kesehatan Fakfak Tekankan Penguatan Layanan Primer, Pustu Tak Boleh Kosong
Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, dr. Maulana Karjadi Patiran, menegaskan pentingnya penguatan pelayanan kesehatan primer hingga ke tingkat paling dasar, termasuk Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di wilayah terpencil, terjauh, dan terluar.
Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pengobatan gratis yang melibatkan Dinas Kesehatan, Ketua Posyandu, serta dokter spesialis. Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi momentum bagi Dinas Kesehatan untuk berdialog langsung dengan tenaga kesehatan, khususnya para bidan dan petugas yang selama ini menjalankan tugas di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, dr. Maulana menekankan bahwa tenaga kesehatan di tingkat pelayanan dasar merupakan ujung tombak dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkesinambungan.
Menurutnya, para petugas di lapangan perlu terus mendapatkan penguatan pengetahuan dan pemahaman mengenai perkembangan kebijakan, program, maupun sistem pelayanan kesehatan nasional. Hal ini penting agar pelayanan kesehatan primer tidak sekadar berjalan sebagai rutinitas, tetapi mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.
“Petugas yang bertugas di tingkat pelayanan paling bawah harus mendapatkan perhatian dan penguatan. Jangan sampai pelayanan berjalan monoton. Kita harus mendengarkan mereka, mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan kesulitan mereka di lapangan,” tegas dr. Maulana.
Petugas Senior Perlu Penyegaran, Tenaga Baru Harus Didampingi
Dalam dialog tersebut, sejumlah tenaga kesehatan yang telah lama bertugas turut menyampaikan pengalaman, kondisi, serta berbagai kebutuhan yang mereka hadapi selama menjalankan pelayanan di lapangan.
Dinas Kesehatan memandang pengalaman panjang para tenaga kesehatan senior sebagai aset penting dalam memperkuat pelayanan. Namun, pengalaman tersebut tetap perlu diimbangi dengan penyegaran pengetahuan agar para petugas mampu mengikuti perkembangan kebijakan, program, serta pola pelayanan kesehatan yang terus mengalami perubahan.
Di sisi lain, tenaga kesehatan yang masih relatif baru juga membutuhkan pendampingan dan pembinaan agar mampu menjalankan tugas secara optimal. Penempatan tenaga kesehatan pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan, baik di Puskesmas maupun jejaring pelayanan kesehatan lainnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat manajemen pelayanan sekaligus memastikan setiap tenaga kesehatan memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya di wilayah kerja masing-masing.
“Pustu Tidak Boleh Kosong”
Salah satu perhatian utama yang ditekankan Kepala Dinas Kesehatan adalah keberadaan tenaga kesehatan di Pustu.
Menurut dr. Maulana, pelayanan kesehatan di wilayah terpencil tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan atau kekosongan tenaga. Karena itu, keberadaan petugas di Pustu menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat di wilayah terluar tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
“Pustu tidak boleh kosong,” menjadi salah satu penekanan penting dalam upaya menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah paling jauh.
Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan maupun fasilitas kesehatan utama memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Karena itu, perhatian terhadap tenaga kesehatan yang ditempatkan di lapangan menjadi bagian penting dari tanggung jawab pembinaan Dinas Kesehatan.
Termasuk di dalamnya memastikan kebutuhan petugas, berbagai kendala pelayanan, serta aspirasi tenaga kesehatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat.
Bangun Komunikasi Dua Arah
Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak juga mendorong terbangunnya komunikasi dua arah antara pimpinan dan tenaga kesehatan di lapangan.
Masukan dari petugas dinilai sangat penting karena mereka merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi pelayanan secara nyata.
Melalui komunikasi yang terbuka, Dinas Kesehatan dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai persoalan yang dihadapi tenaga kesehatan sekaligus menyusun langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Pendekatan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan antara Dinas Kesehatan sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan urusan kesehatan dengan para tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan.
Terlebih bagi petugas yang mengabdi di wilayah terjauh dan terluar, dukungan institusi sangat dibutuhkan agar mereka tidak merasa bekerja sendiri dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
Pelayanan Kesehatan Harus Benar-Benar Menyentuh Masyarakat
Rangkaian pengobatan gratis tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi Dinas Kesehatan untuk melihat kondisi pelayanan secara langsung sekaligus mendengar suara para tenaga kesehatan.
Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, penguatan pelayanan primer harus dimulai dari memastikan tenaga kesehatan di lapangan memperoleh perhatian, pembinaan, pendampingan, serta dukungan yang memadai.
Dengan demikian, transformasi pelayanan kesehatan tidak hanya terlihat di fasilitas kesehatan yang berada di pusat kota, tetapi juga benar-benar dirasakan oleh masyarakat di kampung-kampung dan wilayah paling jauh.
Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih kuat, merata, terintegrasi, dan mampu menjangkau seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak tanpa terkecuali.
SPIRITREVOLUSI.ID




