Perdebatan Panas Pembagian 7 Tenda BNPB di Kampung Wotok Desa Riung, Kecamatan Cibal
Transparansi Tanpa Tawar

Manggarai, NTT- Penyaluran bantuan tenda bagi masyarakat terdampak gempa di Kampung Wotok Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menuai polemik. Bantuan yang diketahui berjumlah tujuh buah tenda tersebut dipertanyakan sejumlah warga terkait peruntukan dan mekanisme penyalurannya. Jumat (28/8/2026)
Polemik mencuat ketika masyarakat mempertanyakan langsung kepada relawan Desa Riung mengenai dasar pembagian bantuan tenda tersebut
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan langsung masyarakat di lapangan, sebagian warga memahami bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan khusus untuk masyarakat yang terdampak dan membutuhkan tenda sebagai tempat perlindungan
BACA : Kades Wanakerta Glicowings Monev Keringnya Irigasi Suplesi Cibe’et
Namun, dalam dialog yang berlangsung di kantor Desa Riung tersebut, pihak relawan menyampaikan bahwa tujuh tenda tersebut diperuntukkan bagi warga lanjut usia (lansia)
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari salah seorang warga
Cristoforus Syukur salah seorang warga yang mempertanyakan, apakah sebelumnya telah dilakukan pendataan terhadap jumlah lansia yang terdampak dan membutuhkan tenda? Jika memang bantuan tersebut dikhususkan bagi lansia, ia juga mempertanyakan dasar atau kriteria yang digunakan dalam menentukan penerima bantuan
Pertanyaan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan antara dirinya dengan relawan. Situasi sempat memanas dan berlangsung cukup lama karena warga meminta adanya kejelasan mengenai mekanisme penyaluran bantuan tersebut
Ia menilai, dalam kondisi pascagempa, setiap bantuan kemanusiaan seharusnya disalurkan secara transparan, berdasarkan kebutuhan, dan didukung oleh data penerima yang jelas
“Masyarakat tidak mempersoalkan adanya bantuan tenda maupun kepedulian para relawan. Justru, warga menginginkan agar proses penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan pertanyaan atau kecemburuan di tengah masyarakat yang sama-sama terdampak” Ungkapnya.
Perdebatan tersebut akhirnya mereda setelah relawan Desa Riung meminta kepada warga untuk sama-sama bekerja kedepannya.
(Alfred Ten)




