Uncategorized

Lurah Fakfak Utara Serukan Perubahan: “Sampahku, Tanggung Jawabku”

Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Lurah Fakfak Utara, Muhammad Irwansa Said Hindom, S.Tr.IP, mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama, dimulai dari rumah masing-masing.

Ajakan itu disampaikan saat Launching dan Sosialisasi Implementasi Tata Kelola Sampah Berbasis Masyarakat melalui Strategi Dual Track Ecosystem serta Pelatihan Pembuatan Kompos, Kamis (3/9/2026), di Kantor Kelurahan Fakfak Utara, Jalan Cenderawasih, Fakfak.

Muhammad Irwansa menegaskan, ditetapkannya Kelurahan Fakfak Utara sebagai pilot project harus dijawab dengan aksi nyata masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga.

> “Mari sama-sama kita menciptakan sejarah baru. Kita mengubah sistem pengelolaan sampah dan membangun pola pikir baru untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Fakfak,” ujarnya.

Ia menyebut volume sampah di wilayah Fakfak Utara masih cukup besar sehingga diperlukan perubahan perilaku, terutama melalui pemilahan sampah sejak dari rumah.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Fakfak, “Bersih Kotaku.”

Lurah yang dilantik pada 21 Mei 2026 itu juga menegaskan komitmennya untuk turun langsung menyerap persoalan masyarakat. Selama lebih dari tiga bulan, ia mengaku telah berbaur dengan warga dan melihat langsung berbagai persoalan, mulai dari lingkungan, kesehatan, sosial ekonomi hingga infrastruktur.

> “Saya berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat. Dengan segala keterbatasan, kami selalu siap melayani masyarakat tanpa terkecuali,” tegasnya.

 

Muhammad Irwansa berharap Fakfak Utara mampu menjadi contoh bahwa perubahan pengelolaan sampah dapat dimulai dari tingkat keluarga. Sampah harus dipilah, dikurangi dan dimanfaatkan agar tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah.

Semangat tersebut diperkuat Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, melalui slogan:

“SAMPAHKU, TANGGUNG JAWABKU.”

Dari rumah, gerakan itu diharapkan tumbuh menjadi budaya bersama untuk mewujudkan Fakfak yang lebih bersih, sehat, nyaman dan indah.

(Ria)

Related Articles

Back to top button