Wakapolres Fakfak: Sampah Bukan Lagi Masalah, Jadikan Tanggung Jawab Bersama untuk Membangun Negeri
Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Membangun negeri tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah, dan menciptakan keamanan di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata partisipasi warga dalam pembangunan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Fakfak Kompol Henderjetha H. Yassu, S.H., saat menjadi salah satu narasumber dalam rangkaian Launching RRI Fest 2026 dan peringatan Hari Radio 2026 di Kabupaten Fakfak, Sabtu (5/9/2026).
Wakapolres hadir mewakili Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H. Ia turut mengikuti kegiatan jalan santai bersama peserta serta menyampaikan pandangan mengenai peran RRI, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan.
Mengawali sambutannya, Kompol Henderjetha menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Radio Republik Indonesia (RRI) yang ke-81.
“Selamat ulang tahun untuk Radio Republik Indonesia yang ke-81,” ucapnya.
Menurutnya, RRI memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Sejarah juga mencatat bahwa RRI turut mengambil bagian dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia menilai, semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan yang mengusung pesan “RRI Harmoni, Bersama Membangun Negeri”.
“RRI ini sangat berperan sekali dalam pembangunan nasional. Sejarah mencatat bahwa RRI punya peran penting dalam kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
TNI-Polri Turun Tangan, Sampah Jadi Tanggung Jawab Bersama
Wakapolres kemudian menyoroti persoalan sampah yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, TNI dan Polri memiliki peran dalam mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melalui personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat desa dan kampung.
“Seperti yang sudah disampaikan Pak Dandim tadi, permasalahan sampah yang beberapa waktu lalu menjadi atensi dari Pak Presiden, sehingga kita TNI-Polri turun tangan untuk membersihkan sampah-sampah,” ujarnya.
Menurutnya, peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pembersihan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan.
Ia menyebut, TNI memiliki Babinsa, sementara Polri memiliki Bhabinkamtibmas yang berada di tengah masyarakat.
“Selain menjaga keamanan di lingkungan desa binaannya, Bhabinkamtibmas juga berperan aktif dalam masalah-masalah sosial, termasuk salah satunya sampah,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas kebersihan.
“Sampah bukan lagi sebagai masalah, tetapi seperti yang Ibu Ketua PKK sampaikan, sekarang harus diubah bahwa sampah adalah tanggung jawabku,” katanya.
Mulai dari Keluarga, Mulai dari Hal Sederhana
Kompol Henderjetha menilai, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun lingkungan yang bersih.
Menurutnya, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan, mulai dari keluarga hingga lingkungan tempat tinggal.
“Berarti sampah merupakan tanggung jawab dari semua masyarakat, semua individu untuk membangun negeri,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi pesan kepala daerah yang menekankan bahwa membangun bangsa tidak harus selalu dilakukan melalui hal-hal besar.
“Dalam membangun bangsa, tidak harus membuat hal-hal yang besar, tetapi mulai dari hal-hal sederhana yang kecil, yaitu menjaga lingkungan dengan membuang sampah dan memanfaatkan sampah itu sebaik-baiknya,” ujarnya.
Wakapolres menyampaikan apresiasi terhadap upaya pengelolaan sampah yang mulai dikembangkan di Fakfak. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Kami bersyukur dan memberikan apresiasi bahwa sekarang di Fakfak sudah ada bank sampah yang ikut menciptakan lingkungan yang bersih,” katanya.
(Ria)




