NEWS

RRI Fest 2026 di Fakfak Semarak, Nurwidayati Samaun Dahlan Tegaskan Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah

Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Semangat membangun lingkungan yang bersih dan sehat kembali digaungkan dalam rangkaian Launching RRI Fest 2026 dan Hari Radio 2026 di Kabupaten Fakfak. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, serta masyarakat.sabtu 5/9/2026.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, hadir langsung sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan dalam peringatan Hari Radio, tetapi juga membawa pesan penting mengenai kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.

Sejumlah pejabat dan tamu undangan turut hadir, di antaranya Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah yang mewakili Bupati Fakfak, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Fakfak, Komandan Kodim (Dandim) Fakfak, serta para tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon RRI Fest 2026, sebagai simbol dimulainya kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

Usai prosesi tersebut, peserta mengikuti jalan santai dengan titik start dari RRI dan finish di Ruang Terbuka Hijau (RTH). Nurwidayati Samaun Dahlan tampak mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan antusias hingga rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama.

Di tengah momentum tersebut, perhatian juga diarahkan pada pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menangani persoalan sampah. Ketua TP PKK menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu masing-masing rumah tangga.

Menurutnya, sampah rumah tangga harus mulai dipilah sebelum dibuang. Sampah plastik, karton, limbah makanan, serta kulit buah dan sayuran tidak lagi seharusnya dicampur menjadi satu.

Dengan pemilahan sejak dari rumah, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat ditekan karena sebagian sampah sudah dipisahkan dan dapat dimanfaatkan kembali.

“Pengelolaan sampah ini kita akan kembalikan ke masing-masing rumah tangga. Pemilahan sampah akan kita mulai dari rumah tangga,” demikian penekanan yang disampaikan dalam materi tersebut.

Ia juga mendorong agar sampah yang masih memiliki nilai guna, seperti koran, kertas dan minyak, dapat diarahkan melalui bank sampah. Sementara sisa makanan dapat dimanfaatkan menjadi kompos dengan menggunakan metode sederhana seperti biopori.

Melalui biopori, sisa makanan dapat dibiarkan terurai sehingga menghasilkan kompos yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.

Konsep tersebut menempatkan rumah tangga sebagai bagian penting dalam solusi persoalan sampah. Artinya, upaya menciptakan lingkungan yang bersih tidak semata-mata bergantung pada proses pengangkutan dan pembuangan akhir, tetapi membutuhkan perubahan kebiasaan masyarakat sejak dari rumah.

Kehadiran Nurwidayati Samaun Dahlan dalam rangkaian RRI Fest 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa gerakan menjaga kebersihan lingkungan harus dibangun melalui kesadaran, kebiasaan memilah, dan tanggung jawab bersama.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan melalui jalan santai dan senam bersama, kegiatan RRI Fest 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk memperingati Hari Radio, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan mendorong masyarakat mengambil bagian dalam pengelolaan sampah mulai dari rumah masing-masing.

(Ria)

Related Articles

Back to top button