Dari Lemhannas untuk Fakfak: Samaun Dahlan Bawa Misi Perkuat Kepemimpinan dan Arah Pembangunan Daerah
Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Langkah memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah terus dilakukan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP. Ia mengikuti Kursus Pemantapan Kepemimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Kegiatan yang berlangsung pada 2–12 September 2026 tersebut menjadi ruang strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat wawasan kepemimpinan, memahami dinamika kebijakan nasional, sekaligus meningkatkan kemampuan menerjemahkan berbagai tantangan pembangunan menjadi kebijakan yang tepat di daerah.
Bagi Samaun Dahlan, keikutsertaan dalam KPPD bukan sekadar agenda pendidikan kepemimpinan. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya membawa perspektif baru untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat pembangunan Kabupaten Fakfak.
Ia menilai seorang kepala daerah perlu memiliki kemampuan membaca arah kebijakan nasional agar pembangunan di daerah tetap berada dalam satu garis dengan agenda pembangunan Indonesia.
“Melalui KPPD kita belajar menyelaraskan RPJMD dengan visi Indonesia Emas 2045. Tata kelola harus efektif, berintegritas, dan berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Samaun Dahlan.
Perkuat Fondasi Pembangunan Fakfak
Samaun menegaskan, hasil pembelajaran selama mengikuti KPPD diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Fakfak.
Sejumlah sektor strategis menjadi perhatian, terutama pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan kepemimpinan yang mampu melihat persoalan secara menyeluruh. Kebijakan pemerintah daerah harus disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus perkembangan lingkungan strategis di tingkat nasional maupun global.
Karena itu, peningkatan kapasitas kepemimpinan menjadi salah satu fondasi penting agar pemerintah daerah mampu bergerak lebih cepat, efektif dan terukur.
RPJMD Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Keikutsertaan Bupati Fakfak dalam KPPD juga memiliki kaitan erat dengan upaya menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Samaun menekankan pentingnya memastikan program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. Perencanaan daerah harus memiliki arah yang jelas, tata kelola yang baik, serta menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan Fakfak diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh penguatan manusia, peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
KPPD sendiri dirancang untuk memperkuat karakter dan kapasitas kepemimpinan kepala daerah, termasuk kemampuan membaca dinamika strategis serta menerjemahkannya ke dalam kebijakan pembangunan di masing-masing daerah.
Bawa Semangat Baru untuk Fakfak
Bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak, pengalaman dan pembekalan yang diperoleh dari KPPD diharapkan menjadi modal untuk memperkuat kualitas pemerintahan ke depan.
Samaun Dahlan ingin memastikan bahwa kepemimpinan daerah mampu menjawab tantangan pembangunan dengan pendekatan yang lebih adaptif, terintegrasi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dari ruang pembelajaran Lemhannas, semangat tersebut diharapkan kembali dibawa ke Fakfak untuk memperkuat langkah pembangunan daerah.
Sebab, menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya menjadi agenda pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia, memperkuat ekonomi masyarakat, membangun infrastruktur dan menciptakan pemerintahan yang efektif serta berintegritas.
Fakfak pun dituntut tidak sekadar menjadi penonton dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, tetapi ikut mengambil bagian melalui pembangunan daerah yang terarah, berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
(Ria)




