Proyek Revitalisasi SMK dan SMA Muhammadiyah Kota Serang Dikerjakan Tanpa Pengawasan dan Abaikan K3
Transparansi Tanpa Tawar

Serang, 12 September 2026* — Proyek revitalisasi di lingkungan *SMK dan SMA Muhammadiyah Kota Serang* tengah berjalan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Namun pelaksanaan proyek tersebut menuai sorotan karena diduga dikerjakan tanpa pengawasan yang memadai serta mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas proyek sudah berlangsung. Akan tetapi pihak terkait maupun Kepala Sekolah sulit ditemui untuk dimintai keterangan terkait teknis pelaksanaan, penanggung jawab, dan sumber anggaran proyek.
BACA : DATANG DIJANJIKAN LENGKAP, PULANG TANPA BERKAS: DESA LAU TAWAR SIAP DIJERAT HUKUM
Lebih memprihatinkan, para pekerja yang berada di lokasi proyek terpantau tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar K3. Tidak terlihat penggunaan helm proyek, sepatu safety, rompi, maupun rambu-rambu keselamatan di area kerja yang berpotensi membahayakan siswa, guru, dan pekerja itu sendiri.
“Kami menyayangkan jika proyek sebesar ini berjalan tanpa pengawasan dan mengabaikan K3. Padahal ini lingkungan sekolah, banyak anak-anak yang beraktivitas. Keselamatan harus jadi prioritas utama,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak sekolah, kontraktor pelaksana, maupun dinas terkait belum membuahkan hasil. Belum ada penjelasan resmi mengenai pengawasan proyek dan penerapan K3 di lokasi.
Praktisi pendidikan dan pemerhati K3 mendesak agar proyek segera dihentikan sementara hingga ada pengawasan, penerapan K3 yang benar, dan keterbukaan informasi kepada publik.
Penerapan K3 di proyek konstruksi bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral untuk melindungi pekerja dan seluruh warga sekolah.
(Kabiro Kota Serang)




