Uncategorized

Dinsos Fakfak Turun ke Karas, Bantuan Menyasar KAT, Pelajar hingga Korban Kebakaran

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Pemerintah Kabupaten Fakfak kembali menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat. Bukan sekadar datang dan melihat, tetapi membawa bantuan dan memastikan kebutuhan warga di wilayah kampung ikut mendapat perhatian.

Melalui Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, kegiatan sosial menyasar masyarakat di Distrik Karas, Sabtu, 12 September 2026. Sejumlah bantuan disalurkan secara langsung ke kampung-kampung, mulai dari bahan makanan (Bama) bagi masyarakat Kelompok Adat Terpencil (KAT), perlengkapan sekolah bagi anak-anak SD, hingga bantuan untuk pemuda dan warga yang terdampak musibah kebakaran.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Sosial Sadali La Hadalia, S.Sos., M.Si.

Dari Kampung ke Kampung, Bantuan Bama Disalurkan

Perhatian pertama diarahkan kepada masyarakat Kelompok Adat Terpencil (KAT). Bantuan bahan makanan disalurkan langsung di masing-masing kampung yang berada di Distrik Karas.

Penyaluran langsung menjadi bagian penting agar bantuan kebutuhan dasar dapat diterima masyarakat yang memang membutuhkan, termasuk warga yang tinggal di wilayah kampung dengan berbagai keterbatasan akses.

Bagi masyarakat, bantuan bahan makanan bukan sekadar barang yang dibawa pulang. Di tengah kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kehidupan masyarakat di wilayah distrik.

Anak Sekolah Tak Luput dari Perhatian

Kepedulian Dinas Sosial juga menyentuh dunia pendidikan.

Tas sekolah dan buku tulis dibagikan kepada siswa-siswi SD yang berada di masing-masing kampung dalam wilayah Distrik Karas.

Langkah ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak kampung. Sebab, keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak di wilayah distrik untuk kehilangan kesempatan mendapatkan dukungan dalam proses belajar.

Bantuan perlengkapan sekolah diharapkan dapat meringankan kebutuhan para siswa sekaligus memberikan semangat bagi mereka untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.

Pemuda Malakuli Didorong Aktif

Tidak hanya anak-anak sekolah, kalangan pemuda juga mendapat perhatian.

Karang Taruna Kampung Malakuli, Distrik Karas, menerima bantuan berupa baju olahraga.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas olahraga dan kegiatan positif kepemudaan di kampung. Karang Taruna sendiri memiliki peran strategis sebagai ruang bagi pemuda untuk membangun kebersamaan, kreativitas, kepedulian sosial, serta kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Korban Kebakaran Didatangi, Bantuan Ikut Dibawa

Yang tidak kalah penting, Dinas Sosial juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi masyarakat yang menjadi korban bencana kebakaran yang terjadi sebelumnya.

Kehadiran pemerintah di tengah warga terdampak menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi mereka pascabencana.

Tidak hanya meninjau, bantuan bahan makanan juga diberikan kepada para korban kebakaran.

Di saat warga masih berusaha bangkit setelah kehilangan dan menghadapi dampak musibah, bantuan kebutuhan dasar menjadi bentuk dukungan nyata untuk membantu mereka melewati masa pemulihan.

Bukan Sekadar Bantuan, Tetapi Kehadiran Pemerintah

Rangkaian kegiatan di Distrik Karas memperlihatkan bahwa pelayanan sosial tidak harus berhenti di balik meja kantor.

Ketika petugas turun langsung ke kampung, bertemu masyarakat, melihat kondisi warga, mendatangi korban bencana, hingga menyerahkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, di situlah makna kehadiran pemerintah terasa lebih nyata.

Mulai dari masyarakat Kelompok Adat Terpencil, anak-anak sekolah, pemuda Karang Taruna, hingga korban kebakaran, seluruhnya menjadi bagian dari sasaran kepedulian sosial dalam kunjungan tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Sadali La Hadalia, S.Sos., M.Si. melalui Bidang Pemberdayaan Sosial, terus mendorong agar perhatian dan program sosial pemerintah dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah kampung.

Sebab bagi masyarakat di pelosok, terkadang yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan yang dibawa, tetapi kepastian bahwa pemerintah masih melihat, mendengar dan hadir ketika mereka membutuhkan.

Dan dari Karas, pesan itu kembali ditegaskan: pelayanan sosial harus sampai kepada masyarakat, bukan menunggu masyarakat datang mencarinya.

(Ria)

Related Articles

Back to top button