Dorong Ekonomi Kreatif Naik Kelas, Disparbud Fakfak Bekali Pelaku Usaha dengan Manajemen Pemasaran
Transparansi Tanpa Tawar

SpiritRevolusi.id | FAKFAK — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak terus mendorong pelaku ekonomi kreatif agar tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan manajemen bisnis dan pemasaran yang kuat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Pemasaran Ekonomi Kreatif yang digelar selama dua hari dengan melibatkan para pelaku ekonomi kreatif yang telah terdata dan terdaftar pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, S.STP., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola bisnis pelaku ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor yang dinilai memiliki potensi menonjol di Kabupaten Fakfak.
“Yang kami lakukan hari ini adalah kegiatan bimbingan teknis manajemen pemasaran ekonomi kreatif. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” ujar Muhammad Ilham.
Menurutnya, penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif menjadi penting karena potensi yang dimiliki daerah perlu diikuti dengan kemampuan mengelola bisnis, membangun merek, melakukan promosi, hingga memasarkan produk secara lebih efektif.
Dalam kegiatan tersebut, materi diberikan oleh akademisi dari Fakultas Manajemen Bisnis Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kehadiran akademisi diharapkan membuka ruang pertukaran pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan bisnis ekonomi kreatif.
Ilham menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari sinergi berbagai pihak dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Fakfak. Sebelumnya, terdapat pula kegiatan dari Pemerintah Provinsi maupun Dinas Komunikasi dan Informatika yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem ekonomi dan pemanfaatan aplikasi.
“Ini merupakan satu kegiatan yang bersinergi. Sebelumnya dari provinsi juga melaksanakan kegiatan, kemudian dari Kominfo melaksanakan launching aplikasi yang di dalamnya juga terdapat aspek bisnis. Ini menjadi satu rangkaian yang kita sinergikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Fakfak,” jelasnya.
Kuliner, Fotografi hingga Subsektor Ekonomi Kreatif Jadi Perhatian
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak mencatat sejumlah subsektor ekonomi kreatif memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Di antaranya adalah kuliner dan fotografi, selain subsektor lainnya yang telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.
Menurut Ilham, potensi tersebut harus dimaksimalkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam aspek manajemen usaha dan pemasaran.
Pasalnya, produk yang berkualitas tidak akan maksimal memberikan dampak ekonomi apabila tidak dibarengi strategi pemasaran yang tepat.
“Kalau kita melihat Kabupaten Fakfak, subsektor yang menonjol adalah kuliner dan fotografi. Ini merupakan potensi yang perlu dimaksimalkan. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Fakfak,” katanya.
Ia menambahkan, pembelajaran dari daerah lain juga penting sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Fakfak. Namun, penerapannya tetap harus disesuaikan dengan karakteristik, potensi, dan skala usaha masyarakat setempat.
Fakfak Perlu Punya Identitas Kuliner yang Kuat
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penguatan manajemen pemasaran adalah bagaimana sebuah daerah mampu membangun identitas atau brand produk yang kuat dan mudah diingat masyarakat.
Ilham mencontohkan Yogyakarta yang memiliki produk kuliner yang telah melekat kuat dengan identitas daerahnya.
“Contohnya Yogyakarta. Ketika orang menyebut Yogyakarta, gudeg langsung muncul dalam alam bawah sadar kita sebagai salah satu identitas kulinernya,” ujarnya.
Menurutnya, konsep serupa dapat menjadi inspirasi bagi Fakfak untuk mengembangkan produk unggulan yang mampu menjadi identitas daerah.
(Ria)



