Mahasiswa dan Alumni Unpad Turun ke Bomberay, Dampingi Pembelajaran Siswa di Tengah Keterbatasan Sarana

SpiritRevolusi.id | FAKFAK — Semangat memperluas akses dan kualitas pembelajaran hingga ke wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah.
Perwakilan mahasiswa dan alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Hidayah Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Kegiatan yang berlangsung sejak 19 Agustus hingga 14 November 2026 itu difokuskan pada asistensi mengajar, bimbingan belajar, serta pengayaan materi bagi siswa kelas X, XI, dan XII. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan MAS Al-Hidayah Bomberay kepada Universitas Padjadjaran untuk mendukung proses pembelajaran di madrasah tersebut.
Kegiatan pengabdian ini diketuai Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si. Lima mahasiswa dan alumni Unpad ditugaskan untuk menjalankan pendampingan sesuai bidang masing-masing, yakni Sarach Diba Hidayat, Raja Bani Yudanegara, Adista Nurfadilla, Denis Setia Prismayana, dan Miryam Elizabeth Rambe.
Hadir di Tengah Keterbatasan Sarana
Pendampingan mahasiswa dan alumni Unpad berlangsung di tengah sejumlah keterbatasan fasilitas pembelajaran yang masih dihadapi pihak madrasah.
Sekolah menyampaikan kebutuhan mendesak, antara lain buku bagi siswa dan guru untuk seluruh mata pelajaran, peralatan olahraga, serta alat peraga pembelajaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
Kepala Madrasah Aliyah Al-Hidayah Bomberay, Darmiati, S.Pd.I., mengatakan kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman belajar tambahan bagi para siswa, khususnya dalam penggunaan komputer dan pembelajaran Bahasa Inggris.
“Sebelum diajar mahasiswa, masih banyak siswa yang belum mengetahui pengoperasian komputer. Setelah diajarkan, sebagian besar sudah paham. Untuk Bahasa Inggris, siswa sudah mulai bisa reading, writing, dan speaking, tetapi masih tahap awal,” ujar Darmiati.
Siswa Mendapat Kesempatan Belajar Lebih Luas
Dampak pendampingan juga dirasakan langsung oleh siswa. Sejumlah siswa menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa Unpad membuat mereka memperoleh lebih banyak kesempatan untuk mempelajari mata pelajaran yang sebelumnya jarang mereka dapatkan secara intensif.
Bahasa Inggris, informatika, matematika, serta sejumlah mata pelajaran lainnya menjadi bagian dari kebutuhan pembelajaran yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut.
Putri, siswa kelas XII, mengatakan keberadaan mahasiswa membuat kesempatan belajar menjadi lebih banyak.
“Kalau ada kakak-kakak, kami lebih sering belajar. Apa yang sebelumnya tidak pernah kami pelajari, sekarang bisa kami pelajari, seperti Bahasa Inggris dan informatika yang jarang sekali,” kata Putri.
Hal senada disampaikan Ramlan, siswa kelas XII. Ia berharap pendampingan dari mahasiswa Unpad dapat dilakukan lebih sering, terutama untuk mata pelajaran yang dianggap membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
“Saya berharap kakak-kakak dari Unpad lebih sering mengajar. Kalau kakak Unpad mengajar, kami jadi cepat paham, terutama Bahasa Inggris dan matematika,” ujar Ramlan.
Tidak Sekadar Mengajar di Dalam Kelas
Program PKM tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Para mahasiswa juga menyiapkan modul ajar serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk melihat perkembangan pengetahuan siswa selama proses pendampingan.
Khusus bagi siswa kelas XII, pendampingan diarahkan pula pada latihan soal serta berbagi pengalaman mengenai kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah.
Dengan pola tersebut, kegiatan pendampingan diharapkan tidak hanya memberikan tambahan materi pembelajaran, tetapi juga membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Berlangsung hingga November 2026
Program asistensi mengajar ini dijadwalkan berlangsung hingga 14 November 2026.
(Ria)




