Jejak Perang Dunia II di Tomage Ditelusuri, TEP Unpad Dorong Pelestarian hingga Wisata Sejarah
Transparansi Tanpa Tawar

SpiritRevolusi.id | FAKFAK — Jejak sejarah Perang Dunia II di wilayah Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kembali menjadi perhatian. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 20 bidang pariwisata menelusuri sejumlah titik di Kampung Salawir, Tomage, dan Otoweri yang disebut masih menyimpan berbagai peninggalan bersejarah.
Penelusuran yang dilakukan pada 3 Oktober 2026 tersebut tidak hanya untuk melihat potensi pengembangan wisata sejarah, tetapi juga memotret kondisi awal sejumlah peninggalan yang masih berada di kawasan transmigrasi Tomage.
Berdasarkan hasil penelusuran tim dan keterangan masyarakat setempat, sejumlah jejak yang dikaitkan dengan Perang Dunia II masih dapat ditemukan, di antaranya bekas landasan udara, bunker, kendaraan militer, serta peninggalan lainnya yang tersebar di beberapa titik.
Namun, sebagian peninggalan tersebut kini telah tertutup vegetasi dan tanah. Kondisi itu membuat akses terhadap sejumlah lokasi semakin terbatas sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap keberadaan benda-benda bersejarah yang berpotensi rusak, hilang, atau semakin sulit dikenali.
Bahkan, menurut keterangan masyarakat, beberapa kendaraan yang sebelumnya masih berada di kawasan tersebut kini sudah tidak lagi ditemukan.
Masyarakat Dorong Peninggalan Sejarah Diselamatkan
Tokoh masyarakat adat setempat, Andreas Nanapesi, berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap peninggalan Perang Dunia II yang masih tersisa.
Menurut Andreas, upaya mengumpulkan, mendata, dan menjaga benda-benda bersejarah tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun kawasan wisata sejarah maupun museum yang nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat.
«“Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian khusus terhadap peninggalan-peninggalan ini. Kalau kendaraan-kendaraan yang masih ada bisa diambil dan dikumpulkan menjadi satu tempat, tentunya bisa dijadikan destinasi wisata sejarah atau museum,” ujar Andreas.»
Ia menilai wisata sejarah tidak hanya memiliki nilai edukasi, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Meski demikian, Andreas menekankan bahwa setiap rencana pengembangan harus melibatkan masyarakat adat serta tetap menghormati hak ulayat.
Ia juga mengingatkan pentingnya langkah cepat untuk menyelamatkan peninggalan yang masih tersisa agar tidak semakin rusak atau hilang dan tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pemkab Fakfak Sebut Punya Potensi Wisata Minat Khusus
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, S.STP, M.Si., mengatakan peninggalan Perang Dunia II di kawasan transmigrasi Tomage merupakan salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan, khususnya sebagai wisata minat khusus.
Menurut Ilham, potensi tersebut tersebar di tiga kampung, yakni Otoweri, Tomage, dan Salawir.
“Ketika kita berbicara tentang wisata yang berpotensi dikembangkan di wilayah transmigrasi, salah satunya adalah peninggalan Perang Dunia II di Distrik Tomage, tepatnya di tiga kampung: Otoweri, Tomage, dan Salawir,” kata Ilham.
Namun, pengembangan kawasan tersebut tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Diperlukan sejumlah tahapan serta keterlibatan para ahli, termasuk ahli arkeologi, untuk memastikan proses pelestarian dan pengembangan berjalan dengan tepat.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian serius. Koordinasi dengan kepolisian dan TNI diperlukan karena di sejumlah titik diperkirakan masih terdapat bom atau amunisi yang kemungkinan masih aktif.
Karena itu, lokasi harus terlebih dahulu diperiksa dan disterilisasi sebelum nantinya dibuka sebagai kawasan wisata.
Jejak Sejarah Papua dalam Perang Pasifik
Ilham menambahkan, keberadaan peninggalan Perang Dunia II tersebut memiliki nilai penting dalam memperkuat narasi sejarah mengenai posisi Papua, khususnya Fakfak, dalam rangkaian peristiwa perang di kawasan Pasifik.
Dengan demikian, pengembangan kawasan tidak semata-mata diarahkan untuk kepentingan pariwisata.
(Ria)




