NEWS

Proyek Revitalisasi SD Negeri Berani Disorot: Pekerja Tak Pakai APD, Spek Diduga Tak Sesuai RAB, Kepsek Mengeluh Anggaran Minim

Transparansi tanpa tawar

KAB. SERANG / KOTA SERANG,7 Oktober 2026 – Pelaksanaan proyek revitalisasi SD Negeri Berani di wilayah kp,berani desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan kabupaten serang, disorot. Selain pekerja tidak memakai APD dan spek diduga tak sesuai RAB, pihak Kepala Sekolah sendiri mengeluhkan anggaran yang terlalu minim.

Pantauan tim media di lokasi pada Rabu,7 Oktober 2026, terlihat sejumlah pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri / APD seperti helm proyek, rompi, dan sepatu safety. Padahal proyek revitalisasi sekolah yang dibiayai pemerintah wajib menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja / K3.

Sesuai undang-undang No 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja peraturan no.per.1/men/1989 mengatur khusus tentang keselamatan dan kesehatan pekerjaan kontruksi, peraturan pemerintah No 50 tahun 2012 dan peraturan menteri PUPR nomor 2 tahun 2018 mengatur dengan pedoman sistem manajemen k3 bidang konstruksi.

BACA : Sertijab Camat Pakisjaya Memperkuat Pelayanan Terhadap Masyarakat 

Selain pelanggaran K3, sejumlah item pekerjaan juga diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan RAB. Diantaranya adukan semen tipis, material kualitas rendah, dan finishing asal-asalan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SD Negeri Berani ibu suherti mengeluhkan bahwa anggaran revitalisasi yang diterima terlalu minim sehingga sulit untuk menghasilkan bangunan yang berkualitas dan sesuai harapan.

“Anggarannya terlalu minim, Pak. Jadi kami bingung mau bangun sesuai spek bagus itu susah. Tapi tetap harus jalan,” ujar Kepala Sekolah saat ditemui tim media.

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait perencanaan anggaran revitalisasi dari dinas terkait. Program revitalisasi seharusnya meningkatkan mutu sarana pendidikan, bukan malah dikerjakan asal jadi karena anggaran minim.

“Kalau anggaran minim jangan dipaksakan mengurangi spek. Kalau spek tidak sesuai dan APD saja tidak dipakai, yang dirugikan adalah siswa. Bangunan untuk anak-anak harus kuat dan aman,”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait dugaan spek tidak sesuai RAB serta keluhan anggaran minim yang disampaikan pihak sekolah.

(Carito)

Related Articles

Back to top button