NEWS

Ki Barlen Siap Maju di Pilkades Tanjungsiang, Raih Nilai Tertinggi dengan Skor 98 pada Seleksi CAT

Transparansi Tanpa Tawar

SUBANG, SPIRITREVOLUSI.ID — Nama Ki Barlen atau Taufik Hidayat bukanlah sosok asing bagi masyarakat Kabupaten Subang, khususnya warga Kecamatan Tanjungsiang, Desa Tanjungsiang. Ia dikenal sebagai inisiator pembuatan golok terpanjang di dunia yang kini menjadi salah satu karya kebanggaan dan tersimpan di Museum Wisma Karya, Kabupaten Subang.

Kini, Ki Barlen kembali menjadi perhatian masyarakat. Sosok yang dikenal melalui karya budaya tersebut menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon kepala desa (bacalon kades) dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Subang yang dijadwalkan pada 6 Desember 2026.

Dengan mengusung moto “TANJUNG SIANG MANGPRANG”, Taufik Hidayat membawa gagasan untuk mewujudkan Desa Tanjungsiang yang lebih maju, baik dalam pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, maupun pelestarian seni dan budaya lokal.

Moto “TANJUNG SIANG MANGPRANG” dimaknai sebagai semangat untuk menjadikan desa lebih baik dan unggul di berbagai bidang.

Dalam bidang infrastruktur, ia mengusung harapan agar pembangunan jalan desa dapat dilakukan secara merata sehingga seluruh wilayah desa memperoleh akses yang memadai.

Sementara itu, dalam bidang pelayanan publik, ia menekankan pentingnya pelayanan yang gratis, cepat, tepat, dan akuntabel. Gagasan tersebut diharapkan dapat mendorong pelayanan pemerintahan desa yang lebih mudah diakses dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Di sektor perekonomian, Ki Barlen berencana mendorong kebangkitan fungsi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta memberikan perhatian terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

Tak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, bidang seni dan budaya juga menjadi bagian dari gagasannya. Ia ingin membuka ruang bagi inovasi dan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan serta melestarikan kekayaan budaya lokal Desa Tanjungsiang.

Raih Nilai 98 dalam Seleksi Tambahan CAT

Keseriusan Taufik Hidayat dalam mengikuti tahapan Pilkades terlihat saat dirinya mengikuti seleksi tambahan tes tertulis bakal calon kepala desa pada 8 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Universitas Subang (UNSUB) dengan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT).

Berdasarkan informasi yang disampaikan, terdapat tujuh bakal calon kepala desa dari Desa Tanjungsiang yang mengikuti seleksi tersebut. Dalam pelaksanaannya, Taufik Hidayat berhasil meraih nilai tertinggi di antara ketujuh peserta dengan skor 98 dari total 100 poin.

Capaian tersebut menjadi hasil yang membanggakan bagi dirinya dalam mengikuti tahapan seleksi tambahan bakal calon kepala desa. Meski demikian, proses menuju Pilkades masih harus mengikuti tahapan dan ketentuan yang berlaku sesuai peraturan penyelenggaraan pemilihan kepala desa.

Bagi Ki Barlen, moto “TANJUNG SIANG MANGPRANG” bukan sekadar slogan, melainkan gagasan yang ingin dibawa untuk mendorong pembangunan desa, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menggerakkan perekonomian lokal, serta menjaga seni dan budaya sebagai identitas masyarakat.

Masyarakat kini menantikan bagaimana gagasan dan visi tersebut akan diterjemahkan menjadi program nyata apabila Taufik Hidayat memperoleh kepercayaan untuk memimpin Desa Tanjungsiang.

Dengan bekal pengalaman dalam kegiatan budaya serta capaian nilai tertinggi pada seleksi tambahan CAT, Ki Barlen menyatakan kesiapannya mengikuti proses demokrasi tingkat desa dengan membawa semangat perubahan melalui moto “TANJUNG SIANG MANGPRANG”.

Catatan redaksi: Gagasan dan program yang disebutkan dalam berita ini merupakan visi atau rencana yang disampaikan terkait pencalonan, bukan program yang telah direalisasikan. Informasi mengenai rekor golok terpanjang dan hasil seleksi dapat dilengkapi dengan konfirmasi atau dokumen resmi sebagai penguatan pemberitaan.

(Enjang)

Related Articles

Back to top button