Uncategorized

Dari Limbah Pala hingga Olahan Ikan, Tim 19 UNHAS Dorong Mama-Mama Weri Saharey Naik Kelas dan Bangun Ekonomi Kampung

**SpiritRevolusi.id | FAKFAK** — Potensi lokal Kampung Weri Sahre, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mulai dikembangkan menjadi peluang ekonomi produktif melalui inovasi pengolahan hasil perikanan, pemanfaatan daging buah pala, penerapan teknologi tepat guna, hingga pengembangan pariwisata berbasis potensi alam.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Tim 19 TEP Universitas Hasanuddin (UNHAS) berupaya mendorong masyarakat agar tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah, membuka peluang usaha, dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Berbagai program tersebut dipaparkan Ketua Tim 19 TEP UNHAS, **Prof. Nita Rukminasari, S.Pi., M.P., Ph.D.**, saat menerima kunjungan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, di Kampung Weri Saharey.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan berbagai inovasi yang dikembangkan tim sekaligus membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.

Prof. Nita menjelaskan, program Tim 19 TEP UNHAS dirancang dengan pendekatan multidisiplin, mencakup bidang pendidikan, perikanan, pertanian, peternakan, pariwisata, kesehatan, tata ruang, pengembangan usaha, hingga penguatan kelembagaan kampung.

Seluruh kegiatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam yang tersedia agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Program-program kerja tim kami dirancang berdasarkan permasalahan, kebutuhan, dan potensi sumber daya alam yang ada di kawasan. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu memberikan solusi atas persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan taraf hidup dan pendapatan mereka,” demikian inti penjelasan Prof. Nita.

## Limbah Pala Diolah, Peluang Usaha Baru Terbuka

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan daging buah pala yang selama ini belum dimaksimalkan sebagai sumber pendapatan masyarakat.

Tim 19 TEP UNHAS mengembangkan pengolahan daging buah pala menjadi sejumlah produk bernilai ekonomi, termasuk minuman berbahan pala yang diperkenalkan dalam kunjungan Bupati Fakfak.

Inovasi ini membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Pala tidak hanya dipandang sebagai hasil perkebunan yang dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki potensi pasar.

Pengembangan tersebut diharapkan memberi ruang bagi mama-mama di Kampung Weri Saharey untuk terlibat dalam kegiatan produksi, mengembangkan keterampilan usaha, serta menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Namun, keberlanjutan usaha tetap membutuhkan pendampingan, peningkatan kualitas produk, pengemasan yang baik, legalitas usaha sesuai ketentuan, dan strategi pemasaran yang tepat.

## Abon hingga Nugget Ikan, Hasil Laut Didorong Lebih Bernilai

Selain sektor perkebunan, potensi perikanan menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi masyarakat.

Tim 19 TEP UNHAS memperkenalkan pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk, seperti abon ikan, nugget ikan, bakso ikan, dan sambal ikan.

Pengolahan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan sekaligus memperluas pilihan usaha masyarakat. Dengan pengolahan yang tepat, hasil perikanan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang lebih praktis dan memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.

Dalam pemaparannya, Prof. Nita menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari anggota tim, kegiatan pengolahan hasil perikanan telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp500.000 per hari bagi mama-mama yang terlibat.

Angka tersebut menjadi informasi awal mengenai potensi ekonomi kegiatan pengolahan ikan. Namun, besaran tersebut masih perlu diperjelas, terutama terkait jumlah pelaku usaha, periode perhitungan, serta apakah nilai yang dimaksud merupakan omzet penjualan

(Ria)

Related Articles

Back to top button