NEWS

Bongkar! Insan Banurea menduga unit ppa polres dairi nggak ngerti hukum baru – pasal 34 kuhp dibuangin, hukum dijadikan mainan komik naruto!

Transparansi Tanpa Tawar

Dairi, sumut – 05 februari 2026 – Lsm kemilau cahaya bangsa indonesia (kcbi) buka-bukaan ajarin unit ppa polres dairi soal hukum – insan banurea, ketua lsm kcbi kabupaten dairi, menduga unit itu nggak beres, main-mainin sistem hukum sampai peraturan baru dibuangin seperti tempat sampah!

Kasusnya tentang laporan nuridah puspa pasi terhadap syahda sagala dan keluarganya. Insan banurea terbuka jelas:

“Jangan dibohongin! Saya menduga aturan hukum yang dipakain ke syahda sagala & keluarga bukan soal benar salah, tapi soal perintah dari orang-orang atas yang suka nyaleg! Buku kuhp baru di depan penyidik itu cuma seperti komik naruto – cukup dibakin saja, ga pernah dipahami!”

Masalahnya mulai kelihatan pas insan banurea minta tahu status syahda sagala ke kanit ppa – tapi dapet jawaban yang nggak jelas: “Nanti kita lihat” – seolah-olah mereka sendiri juga nggak tau mau ngapain! Tim penyelidik lsm kcbi dapat info rahasia yang dibocorkan, dan insan banurea menduga ada sesuatu yang disembunyikan: “Kita ga mau bikin onar, cuman saya menduga ada yang salah dan ga bisa diain liat hukum diremehkan!”

Joel simbolon s.h, ketua umum lsm kcbi jakarta pusat, ga mau diem lagi – suaranya kemarin:

“Polres dairi harus siap jawabin semua orang! Kalau terbukti dugaan dari insan banurea benar, bahwa hukum yang dipakain itu cuma perintah orang penting, maka unit ppa & polres dairi seluruhnya akan jadi keluarga kecurangan hukum! Jangan nggak sadar! Pasal 34 kuhp baru (undang-undang nomor 1 tahun 2023) yang mengatur pembelaan terpaksa sudah jelas banget – setiap orang yang terpaksa bertahan dari serangan atau ancaman yang ga ada haknya, ga boleh didukung! Baimau untuk diri sendiri, orang lain, atau untuk jaga kehormatan & harta! Tapi kalian nggak pernah baca ya? Itu bukan komik naruto yang bisa dibuat-buat sesuka hati!”

Dia juga bongkar kenyataan yang semua orang tau:

“Jangan dibalikin keadaan! Yang bikin kekerasan di depan masyarakat itu sendiri yang ngatain diri sebagai korban! Lalu alasan apa yang kalian buat untuk puaskan diri sendiri?!”

Joel lanjutin penjelasannya yang tembak langsung:

“Kita semua tau penyidik & reskrim polres dairi ga kerja benar! Syahda sagala ajukan beberapa laporan – tapi cuman satu yang dipernahkan, tiga lainnya diemin aja! Seperti dihilangin dari muka benua! Insan banurea menduga ini bukan kebetulan, tapi ada tujuan tertentu!”

“Kita tantang unit ppa – cepetan keluarin surat jelas apakah syahda sagala & keluarga itu terangka terang jadi tersangka atau ga! Kita akan tempuh semua cara untuk keadilan, dan pastiin polres dairi ulang lagi semua aturan yang dipakain – jangan harap kita mau ngasih kemarin!”

Selain itu, joel pastikan: “Saat kepala polres dairi kembali dari jakarta, kita akan kirim surat resmi yang ga boleh ditolak untuk periksa ulang kasus ini! Bukan hanya itu – kita akan minta semua data anggaran polres dairi dari 2020 sampai 2025 – dari anggaran, realisasi, sampai laporan keuangan! Sesuai uu no.14 tahun 2008 – uang rakyat ga boleh digunain untuk belajar baca komik! Ini untuk membuktikan apakah dugaan dari insan banurea benar atau tidak!”

 

“Ini bukan ancaman – ini adalah kewajiban yang harus dilakukan! Jangan sampai kita harus ajarin dari nol soal cara kerja benar sebagai instansi negara!”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button