Ketua Pembina Posyandu Fakfak Dampingi Dokter Spesialis Layani Anak, Pengobatan Gratis Jadi Wujud Nyata Kepedulian
Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak kembali ditunjukkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan. Dalam kunjungan pelayanan kesehatan di Puskesmas Mhamdandara, Nurwidayati turun langsung mendampingi tenaga kesehatan dan dokter spesialis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan dan pengobatan gratis bagi ibu dan anak, dengan melibatkan Dinas Kesehatan serta dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak. Kehadiran Ketua Tim Pembina Posyandu tidak sekadar menjadi kunjungan seremonial, tetapi turut mendampingi proses pelayanan hingga selesai.
Dalam pelayanan tersebut, perhatian diberikan terutama kepada pasien anak yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan. Nurwidayati terlihat berada bersama tim medis, memastikan pelayanan berjalan dengan baik serta masyarakat mendapatkan pendampingan selama proses pemeriksaan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Posyandu tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat penimbangan bayi dan pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi didorong menjadi bagian penting dalam pelayanan terpadu yang menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat.
Dorong Posyandu Enam SPM Berjalan Nyata
Dalam arahannya, Nurwidayati juga menekankan pentingnya penguatan Posyandu melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Konsep tersebut melibatkan berbagai sektor sehingga pelayanan Posyandu tidak hanya bertumpu pada bidang kesehatan.
Menurutnya, ketika ditemukan persoalan seperti stunting, penanganannya tidak cukup hanya melihat kondisi kesehatan dan asupan makanan anak. Kondisi rumah, ketersediaan air bersih, sanitasi, kelayakan hunian, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga juga perlu diperhatikan.
Karena itu, kader Posyandu nantinya diharapkan mampu membantu mengidentifikasi kondisi masyarakat di lapangan. Data yang diperoleh kemudian menjadi dasar bagi pemerintah dan dinas terkait untuk menyalurkan program secara lebih tepat sasaran.
“Yang terpenting adalah bagaimana data yang kita miliki benar-benar akurat, sehingga ketika pemerintah menjalankan program bantuan, yang menerima benar-benar masyarakat yang membutuhkan,” demikian garis besar pesan yang disampaikan Nurwidayati dalam sambutannya.
Ia menilai pembaruan data menjadi hal penting agar program pemerintah tidak salah sasaran. Data masyarakat harus terus dievaluasi dan diperbarui, sehingga perubahan kondisi seperti perpindahan penduduk maupun perubahan status keluarga dapat tercatat dengan baik.
Anak Usia Dini Jadi Fokus Perhatian
Nurwidayati juga menegaskan bahwa perhatian terhadap anak usia dini merupakan investasi penting bagi masa depan Kabupaten Fakfak.
Menurutnya, anak-anak merupakan generasi yang nantinya akan melanjutkan pembangunan daerah. Karena itu, kesehatan, gizi, pendidikan dan pembentukan karakter harus diperhatikan sejak usia dini.
Ia mengajak orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap pola makan dan tumbuh kembang anak serta tidak membiarkan penggunaan telepon seluler tanpa pengawasan.
Ketersediaan bahan pangan lokal di Papua, menurutnya, juga menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan keluarga untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, kader Posyandu, pemerintah distrik, pemerintah kampung hingga seluruh pemangku kepentingan.
Pelayanan Turun Langsung ke Masyarakat
Kegiatan di Puskesmas Mhamdandara menjadi salah satu gambaran bahwa pelayanan kesehatan membutuhkan kehadiran langsung di tengah masyarakat. Pendampingan Nurwidayati bersama Dinas Kesehatan dan dokter spesialis memperlihatkan upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, khususnya bagi ibu dan anak.
Bagi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak
(Ria)




