NEWS

81 TAHUN MERDEKA, BENDERA MERAH PUTIH HILANG DAN DIDUGA DIBAKAR: ADA APA?

Laporan Resmi Telah Diterima Polres Pakpak Bharat, Publik Tuntut Proses Hukum Tanpa Kompromi

🇮🇩 81 TAHUN INDONESIA MERDEKA: BENDERA MERAH PUTIH HILANG, DIDUGA DIBAKAR OLEH TITISAN ANTEK BELANDA

Laporan Resmi Telah Diterima Polres Pakpak Bharat, Publik Tuntut Proses Hukum Tanpa Kompromi

PAKPAK BHARAT – 13 AGUSTUS 2026 – Njuah Njuah! Selamat Pagi Indonesia! Empat hari menjelang peringatan detik bersejarah proklamasi kemerdekaan yang ke-81, peristiwa yang terjadi di tapal batas wilayah Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat justru menyisakan luka mendalam dan tanda tanya besar di mata seluruh masyarakat.

Apa yang kami lakukan sesungguhnya sangat sederhana dan murni: kami bergotong royong membangun gapura bertuliskan “DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81” dan menghiasinya dengan bendera Merah Putih serta umbul-umbul kemerdekaan. Itu adalah wujud syukur dan cinta kami kepada negara yang telah merdeka selama 81 tahun. Namun perbuatan sederhana yang penuh makna ini justru disambut dengan kehancuran, pembakaran, dan penghinaan terhadap simbol kedaulatan bangsa.

BACA : KEMENAG DAIRI DAN DINKES PERKUAT SINERGI TUNTASKAN PELAKSANAAN BIAS DI MADRASAH

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan bernomor STTLP/B/33/VIII/2026/SPKT/POLRES PAKPAK BHARAT/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 12 Agustus 2026 pukul 21.46 WIB, pelapor Zulkarnain Berutu secara resmi melaporkan dugaan Tindak Pidana Pengrusakan sebagaimana diatur dalam Pasal 521 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Dalam laporan yang disampaikan secara tertulis itu dijelaskan kronologi kejadian:

– Pada Rabu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 15.15 WIB, warga selesai memasang gapura bertuliskan ucapan selamat Dirgahayu RI ke-81 lengkap dengan bendera Merah Putih dan umbul-umbul di tapal batas Desa Kuta Jungak, Kecamatan Siempat Rube, Kabupaten Pakpak Bharat;

– Sekitar pukul 14.30 WIB atau sesaat setelah selesai dibangun, ditemukan gapura beserta seluruh atribut kemerdekaan tersebut telah dirusak, dibakar, dan dihilangkan secara sengaja;

– Pelaku diduga kuat mengetahui lokasi kejadian dan melakukannya dengan sengaja, yang mana perbuatan ini dinilai merusak perdamaian serta menghina simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peristiwa ini kini mendatangkan sejumlah pertanyaan tajam dari mata publik:
Bagaimana pendapat Bupati Dairi dan Bupati Pakpak Bharat melihat perusakan lambang negara di wilayah perbatasan mereka? Apakah penghormatan terhadap kemerdekaan ini hanya sebatas seremonial di atas panggung saja, atau benar-benar dijaga hingga ke pelosok batas wilayah?

Bagaimana sikap Tentara Nasional Indonesia yang selama ini menjadi benteng pertahanan kedaulatan di kedua kabupaten ini? Apakah api pembakaran bendera Merah Putih tidak cukup menjadi peringatan bahwa ada pihak yang berani merendahkan kemerdekaan yang dibela dengan nyawa para pahlawan?

Lalu bagaimana pendapat Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas menjaga ketertiban umum dan simbol negara? Apakah perusakan yang dilakukan terang-terangan ini tidak cukup menjadi alasan untuk bertindak tegas demi menjaga martabat negara?

BACA : LEGALITAS KPKM-RI DIKLARIFIKASI, HUNTER SAMOSIR AJUKAN HAK JAWAB DAN HAK KOREKSI 

Meski pembuatan gapura itu terlihat sederhana, maknanya sangat besar. Merusak ucapan selamat ulang tahun kemerdekaan sama saja merusak rasa syukur seluruh rakyat. Membakar bendera Merah Putih di tapal batas sama saja menguji keteguhan persatuan di tanah perbatasan ini.

Kami mencatat bahwa laporan resmi telah diterima dan dicatat oleh pihak kepolisian. Kini segenap elemen masyarakat menanti langkah nyata: usut tuntas, tangkap pelaku, dan proses hukum tanpa pandang bulu. Jangan sampai persatuan yang dijaga ratusan tahun kini retak hanya karena diamnya mereka yang memegang amanah menjaga negeri.

Kami tegaskan sekali lagi: Kami Suku Pakpak mencintai NKRI sepenuh jiwa raga. Kami membenci setiap pengkhianatan, setiap tindakan yang merendahkan kemuliaan Bendera Merah Putih.

Pelapor:
Zulkarnain Berutu.

Pewarta : korwil spirit Revolusi Sumut

Related Articles

Back to top button