Transparansi Nihil di Desa Berampu: Program Ketahanan Pangan Diduga Ladang Kepentingan?”
Transparansi tanpa tawar

DAIRI | Spirit Revolusi — Program Ketahanan Pangan di Desa Berampu, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, kembali menjadi sorotan publik. Setelah penanaman tomat yang dinilai tidak transparan, kini muncul dugaan serupa pada sektor perikanan yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan desa tersebut.
Dari hasil penelusuran tim Spirit Revolusi, tidak ditemukan papan informasi kegiatan—mulai dari tahap pembibitan hingga perawatan tanaman dan kolam ikan—yang seharusnya dipasang sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai keterbukaan pelaksanaan program yang menggunakan dana publik.
Di lokasi kegiatan perikanan, terdapat tiga kolam besar berisi ikan nila serta beberapa kolam kecil berisi ikan lele. Namun, penjaga kolam mengaku tidak mengetahui detail kegiatan tersebut dan hanya ditugaskan menjaga lokasi.
“Kalau soal dana dan kegiatan, saya tidak tahu. Saya hanya disuruh jaga,” ujarnya singkat kepada Spirit Revolusi.
Minimnya informasi serta sikap bungkam sejumlah pihak saat dikonfirmasi membuat publik bertanya-tanya: apakah program Ketahanan Pangan (Ketapang) Desa Berampu benar-benar dijalankan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan ketentuan yang berlaku, atau hanya menjadi azas manfaat bagi kelompok tertentu?
Tim Spirit Revolusi menegaskan, pihaknya akan menelusuri lebih dalam dugaan pelanggaran transparansi tersebut.
“Dengan tidak adanya papan informasi dan laporan terbuka, maka patut diduga kegiatan ini tidak sesuai prinsip akuntabilitas. Ini uang rakyat, bukan milik pribadi atau kelompok,”
Masyarakat dan penggiat media mendesak Camat Berampu serta Pemkab Dairi agar segera melakukan pembinaan, evaluasi, dan memberikan sanksi tegas kepada pemerintah desa yang tidak melaksanakan prinsip transparansi publik dalam pengelolaan dana ketahanan pangan.
Program yang sejatinya bertujuan memperkuat kemandirian pangan desa jangan sampai berubah menjadi proyek yang hanya menguntungkan segelintir pihak.




