Tiga Bulan Gaji Tak Dibayar, Pekerja Palang Pasar Jelang Lebaran: Aktivitas Lumpuh Total
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak — Aksi pemalangan pintu masuk dan keluar pasar oleh para pekerja mengakibatkan aktivitas ekonomi lumpuh total. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes atas belum dibayarkannya gaji selama kurang lebih tiga bulan.
Salah satu pekerja, Falan Woretma yang bertugas sebagai petugas parkir, mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran gaji tidak hanya dialaminya, tetapi juga seluruh karyawan pasar, termasuk petugas keamanan.
“Kami sudah tiga bulan belum terima gaji. Ini bukan hanya saya, tapi semua—karyawan dan security—belum dibayar. Jadi kami ambil keputusan bersama untuk palang pasar,” ujarnya.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk tekanan agar pihak terkait segera memberikan kepastian. Para pekerja menegaskan bahwa mereka hanya menuntut hak yang seharusnya diterima.
“Kami tidak minta lebih, hanya hak kami. Apalagi ini sudah mau Lebaran, kami juga punya kewajiban seperti bayar zakat,” tambahnya.
Akibat pemalangan tersebut, seluruh akses keluar-masuk pasar ditutup, sehingga aktivitas jual beli terhenti total. Kondisi ini berdampak langsung pada pedagang dan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari di pasar.
Sejumlah warga yang juga merasa belum menerima haknya turut meluapkan kekecewaan. Situasi di lokasi sempat memanas akibat akumulasi keresahan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Para pekerja menegaskan, pintu pasar tidak akan dibuka sebelum ada kejelasan dan pembayaran gaji dari pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini agar aktivitas pasar kembali normal dan hak para pekerja segera dipenuhi.
(Ria)




