NEWS

Beredar Isu Oknum Pengacara Merespons Keras Usai Pemeriksaan Syahdan Sagala di Polres Dairi

Transparansi Tanpa Tawar

Dairi | spritrevolusi.id — Pasca beredarnya video rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan terhadap Syahdan Sagala, yang saat ini dilaporkan bersama keluarganya di Polres Dairi, muncul dinamika baru dalam penanganan perkara tersebut.

Pihak keluarga Syahdan Sagala menyampaikan bahwa terdapat pernyataan dari seorang oknum pengacara yang disebut-sebut merupakan kuasa hukum dari Nuridah Puspita Pasi, yang mempertanyakan kembali beredarnya rekaman CCTV tersebut. Menurut keterangan keluarga Syahdan, oknum pengacara tersebut menyatakan bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

“Namun sampai saat ini kami menegaskan tidak pernah ada pembicaraan ataupun kesepakatan damai yang disampaikan kepada pihak keluarga kami,” ujar perwakilan keluarga Syahdan Sagala kepada media.

Keluarga juga menyebutkan bahwa mereka terkejut dengan pernyataan tersebut, karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses atau komunikasi yang mengarah pada penyelesaian damai.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak Nuridah Puspita Pasi telah membuat laporan ke Polres Dairi dengan dugaan mengalami ancaman serta penganiayaan secara bersama-sama. Namun, menurut pihak keluarga Syahdan Sagala, fakta di lapangan yang terekam dalam video CCTV menunjukkan peristiwa yang dinilai berbeda dari isi laporan tersebut.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan penyidik Polres Dairi. Diketahui, laporan dari pihak Syahdan Sagala telah mencapai beberapa laporan polisi, namun hingga kini pihak keluarga menyatakan masih menunggu kejelasan perkembangan penanganannya. Di sisi lain, laporan dari pihak Nuridah Puspita Pasi disebut telah mendapat respons cepat dari aparat penegak hukum.

Menanggapi situasi tersebut, Pimpinan Redaksi Spirit Revolusi Media Nusantara, Marojak Sitohang, meminta agar Polres Dairi menjalankan penegakan hukum secara profesional dan tidak tebang pilih.

“Kami meminta agar proses hukum dilakukan secara adil, transparan, dan berimbang. Kasus ini berpotensi melebar dan menjadi perhatian publik apabila tidak ditangani secara objektif,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap seluruh laporan yang masuk dan mengumpulkan alat bukti untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

(TIM)

Related Articles

Back to top button