Pemkab Fakfak Gaungkan Transformasi Hidup Warga Binaan Lewat Pelatihan Kemandirian
Transparansi Tanpa Tawar

SpiritRevolusi.Id – Fakfak, 19 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Fakfak secara resmi membuka Pelatihan Kemandirian Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Kabupaten Fakfak, sebuah langkah strategis dalam mendukung reintegrasi sosial dan pemberdayaan sumber daya manusia. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk bangkit, belajar, dan berkontribusi positif bagi keluarga serta masyarakat luas.
Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, yang menekankan bahwa masa lalu bukanlah batasan untuk memperbaiki diri, melainkan batu loncatan menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, pelatihan ini dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan praktis dan semangat baru agar mereka lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Tema dan Semangat Pelatihan
Kegiatan tersebut mengusung tema “Kemarin Aku Melanggar Hukum, Hari Ini Aku Belajar untuk Esok Turut Membangun”, yang mencerminkan proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum semata, tetapi juga pemberdayaan manusia secara holistik. Bupati Samaun Dahlan menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata proses pemasyarakatan yang manusiawi, menyiapkan warga binaan menjadi individu produktif yang mampu membaca masa depan dengan optimisme.
Kerja Sama Multi Pihak
Pelatihan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Fakfak, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Fakfak, dan Lapas Kelas IIB Fakfak. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan terkait penerapan pidana alternatif seperti pidana kerja sosial dan pidana pelayanan masyarakat bagi klien pemasyarakatan di luar sistem penahanan konvensional.
Menurut Bupati, keterlibatan lembaga pemasyarakatan dan Bapas merupakan sinergi penting yang turut membuka peluang pemberdayaan warga binaan melalui program yang berkelanjutan. Ia menilai peluang tersebut merupakan langkah konkret untuk mengurangi angka residivisme dengan memberikan bekal keterampilan nyata bagi para peserta.
Fokus Pembinaan dan Dampaknya
Pelatihan kemandirian yang dijalankan mencakup pembekalan keterampilan yang relevan untuk kehidupan sehari-hari dan dunia kerja setelah bebas. Ini sejalan dengan praktik yang juga dijalankan di beberapa lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia, seperti pemberian keterampilan pertanian, wirausaha, atau teknis kerja yang dapat menopang kehidupan mandiri warga binaan pasca masa pidana mereka.
Program seperti ini dinilai bukan sekadar teknis pelatihan, tetapi juga pendekatan rehabilitatif yang membantu memperkuat karakter, disiplin, serta tanggung jawab warga binaan sehingga mereka siap berkontribusi di masyarakat dengan keterampilan yang bermakna.
Pesan Kepada Peserta
Dalam sambutannya, Bupati Ferry mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal penting dalam kehidupan mereka setelah kembali ke tengah masyarakat, sekaligus sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang lebih mandiri dan sejahtera.
Hadirin dan Dukungan
Pada pembukaan tersebut juga hadir sejumlah tokoh penting daerah, termasuk jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta unsur organisasi masyarakat yang mendukung program rehabilitasi dan pemberdayaan tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan luas terhadap upaya reintegrasi sosial yang inklusif dan berorientasi pada masa depan warga binaan.
Dengan langkah ini, Kabupaten Fakfak menunjukkan komitmennya tak hanya pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada nilai-nilai pemasyarakatan yang memperkuat martabat manusia dan memberikan kesempatan bagi setiap warga untuk berubah menjadi lebih baik.
(RIA)




