KETIKA GERAK JALAN BERUBAH JADI KAMPANYE LINGKUNGAN, DLHP FAKFAK BICARA TENTANG MASA DEPAN
Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID – Gerak jalan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Fakfak tidak hanya menjadi panggung untuk menunjukkan kekompakan dan semangat kemerdekaan.
Di tengah barisan peserta yang bergerak menyusuri jalan, terselip pesan yang jauh lebih penting: ajakan untuk menjaga lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah.
Pesan tersebut dibawa oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Fakfak. Momentum perayaan kemerdekaan dimanfaatkan bukan sekadar untuk tampil dalam perlombaan, tetapi juga sebagai ruang menyampaikan pesan lingkungan kepada masyarakat.
Bagi DLHP, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diterjemahkan melalui kibaran Merah Putih dan kemeriahan perlombaan. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap ruang hidup, kebersihan lingkungan, serta keberanian mengubah kebiasaan dalam memperlakukan sampah.
Dari Jalan Raya, Pesan Lingkungan Digaungkan
Gerak jalan menjadi media sederhana namun efektif untuk menyampaikan pesan tersebut.
Ketika peserta melintas dan mendapat perhatian masyarakat, pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan ikut berjalan bersama barisan. Cara ini membuat kampanye lingkungan terasa lebih dekat, tidak formal, dan langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Pendekatan semacam ini menjadi relevan di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Fakfak memperkuat tata kelola persampahan. DLHP tidak hanya berbicara mengenai kebersihan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan keterlibatan berbagai pihak dalam menangani persoalan sampah.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui DLHP juga memperkenalkan Model Dual-Track Ecosystem sebagai pendekatan dalam membangun tata kelola persampahan yang lebih terpadu dan berkelanjutan. Konsep tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pemangku kepentingan di daerah.
Kemerdekaan Harus Berjalan Bersama Kepedulian
Pesan yang dibawa DLHP memiliki makna lebih luas.
Menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu instansi. Pemerintah membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga seluruh elemen yang hidup dan beraktivitas di Fakfak.
Karena itu, kampanye lingkungan tidak harus selalu dilakukan melalui seminar atau forum resmi. Jalan raya pun dapat menjadi ruang edukasi. Gerak jalan pun dapat menjadi kampanye. Bahkan sebuah barisan dapat membawa pesan perubahan.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah yang terus mendorong pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dan perubahan perilaku masyarakat. Di tingkat kelurahan, misalnya, lomba kebersihan juga mulai diarahkan sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah.
Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bergerak
Persoalan lingkungan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak sampah yang berhasil diangkut.
Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana masyarakat mengurangi sampah sejak dari sumbernya, memilah, mengelola, dan tidak menjadikan lingkungan sebagai tempat pembuangan akhir.
Karena itu, pesan DLHP melalui momentum gerak jalan tersebut dapat dibaca sebagai pengingat bahwa menjaga Fakfak tidak cukup dilakukan oleh petugas kebersihan.
Setiap warga memiliki peran.
Sampah yang dibuang sembarangan mungkin terlihat kecil. Namun jika dilakukan oleh banyak orang dan berulang setiap hari, dampaknya menjadi persoalan besar.
Sebaliknya, kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi gerakan besar apabila dilakukan bersama-sama.
Merah Putih Berkibar, Kepedulian Lingkungan Jangan Padam
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan.
Di balik suara langkah dan kemeriahan gerak jalan, DLHP Fakfak membawa satu pesan penting: kemerdekaan juga berarti memiliki lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan layak diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Ria)




