NEWS

Tantangan Debat Publik LSM KCBI Berakhir dengan Pengakuan Salah, Rencana Jelaskan Makna “Tiris Tongkarang” Diumumkan

Transparansi Tanpa Tawar

MEDAN, SUMATERA UTARA – Tantangan debat publik yang diajukan Ketua LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) telah menemukan titik terang setelah pihak yang bersangkutan mengaku salah melalui pesan WhatsApp. Pengakuan ini muncul saat undangan resmi untuk debat dilayangkan kepada pihak terkait.

Pimpinan PC LSM-KCBI Kabupaten Dairi yang menjadi sasaran sebutan “tiris tongkarang” menyampaikan bahwa ia tidak lagi mempersoalkan julukan tersebut setelah adanya pengakuan salah. Ia juga mengajak agar tidak ada lagi saling serangan dari kedua belah pihak dan semua pihak yang terpengaruh.

“Kita menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi, sehingga setelah ada pengakuan salah, hal ini tidak perlu lagi menjadi perdebatan yang memecah belah,” ujarnya.

Ketua LSM KCBI yang menyebut diri sebagai “insan Banurea” menjelaskan kepada awak media bahwa langkah pengakuan salah dilakukan untuk memperbaiki nama baik dan menyelesaikan benang kusut yang ada. Menurutnya, pihak yang kini disebut dengan sebutan tersebut sebelumnya sangat dihormati sebelum munculnya julukan “tiris tongkarang”.

“Meskipun sebelumnya kami telah melakukan upaya untuk keterbukaan informasi kepada publik terkait sebutan tersebut, namun dengan dasar pengakuan salah ini, kami tidak akan merusak kepribadian orang yang dimaksud,” katanya.

Selain menyelesaikan permasalahan yang ada, insan Banurea juga mengumumkan rencana untuk menyajikan informasi terkait makna “tiris tongkarang” kepada masyarakat luas. Mereka berencana menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya untuk menjelaskan hal tersebut.

“Kita akan membuat langkah pasti dan tindakan nyata untuk menuangkan makna dari ‘tiris tongkarang’ itu agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar,” ucapnya dengan senyum.

(PB)

Related Articles

Back to top button