NEWS

Diduga Lindungi Oknum Bidan, Kadis Kesehatan Dairi Jadi Sorotan

Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID | DAIRI – Nama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Muncul dugaan kuat bahwa pejabat tersebut memberikan perlindungan terhadap oknum bidan berinisial L.S yang diduga melakukan tindakan di luar prosedur medis dan dinilai sangat keji serta tidak bermoral.

Hal ini terungkap berdasarkan keterangan dan surat pernyataan korban yang diterima media. Dalam laporannya, korban mengaku menjadi sasaran perbuatan asusila yang disalahartikan sebagai tindakan medis.

Visum Berkedok “Mejik”, Terkuak Kepentingan Birahi

Menurut keterangan korban, dalam proses pemeriksaan atau visum, oknum bidan tersebut justru melakukan hal yang tidak senonoh dengan alasan atau kedok “mejik”. Faktanya, tindakan tersebut bukan untuk kepentingan pengobatan, melainkan terkuak sebagai upaya untuk memenuhi kepentingan birahi oknum bidan tersebut.

Tidak hanya itu, korban juga mengaku dipaksa meminum obat berwarna hitam yang tidak jelas kegunaannya, serta diberi minum air jeruk purut hingga membuat kondisi korban lemah dan berada di antara sadar dan tidak sadar. Perbuatan ini tentu sangat melanggar kode etik dan hukum kesehatan yang berlaku.

Dinas Kesehatan Dinilai Tutup Mata dan Abai

Yang membuat publik semakin geram, dugaan kuat adanya perlindungan dari jajaran pimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi. Hingga saat ini, pihak dinas dinilai tidak memberikan respon yang jelas terhadap surat konfirmasi yang dikirimkan oleh redaksi media.

Alih-alih memberikan keterangan resmi dan identitas pelaku, surat balasan justru dinilai mengambang dan cenderung mengabaikan panggilan hati nurani publik. Sikap ini dinilai sebagai bentuk pembiaran dan ketidakpedulian terhadap nasib korban serta pelanggaran etika yang terjadi.

Fakta Lapangan Bantah Pernyataan Resmi

Dalam pernyataan yang dikeluarkan di sekretariat salah satu organisasi, oknum bidan mengaku telah diperiksa dan mengaku bersalah, bahkan menyebutkan adanya intimidasi serta perintah untuk menurunkan plang atau merek praktek.

Namun, fakta di lapangan justru membantah hal tersebut. Berdasarkan informasi warga setempat, hingga saat ini plang klinik tempat kejadian perkara masih berdiri tegak dan tidak ada tanda-tanda akan diturunkan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pengakuan dan surat tersebut hanyalah settingan belaka untuk meredam kemarahan publik.

“Isi surat Kadis dan tangisan oknum bidan itu dinilai hanya sandiwara untuk menghentikan sorotan publik,” ujar sumber.

Video Viral Tambah Panas Kasus

Tidak hanya kasus pelecehan tersebut, nama oknum bidan ini juga menjadi pembicaraan hangat karena beredarnya video di salah satu tempat hiburan di Kabupaten Dairi. Keberadaan video tersebut dinilai semakin merusak citra pelayanan publik dan profesi tenaga kesehatan yang seharusnya menjaga martabat dan etika.

Masyarakat kini menuntut tindakan tegas. Jika Dinas Kesehatan benar-benar bersih dan profesional, seharusnya kasus ini ditindaklanjuti secara hukum dan etika, bukan malah ditutup-tutupi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang tegas dan transparan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi terkait dugaan serius yang mencuat ke publik. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi pun masih belum mendapatkan jawaban yang substansial dan menjawab inti persoalan.

(Tim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button