NEWS

Dari Halal Bihalal ke Aksi Nyata: Bupati Fakfak Tancap Gas Listrik Gratis, 18 Dokter Spesialis, Bandara 2028

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak, Papua Barat — 2026 Bupati Fakfak menghadiri langsung kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah bersama keluarga besar Santun Membara dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan semangat mempererat silaturahmi. Kegiatan ini turut dihadiri unsur pimpinan OPD, perwakilan Bank Papua, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan partai politik, anggota DPR, hingga insan pers.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat persaudaraan dan saling memaafkan.

“Momentum ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi. Kalau selama ini ada kekurangan, kesalahan, atau hal yang belum terpenuhi, saya atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan permohonan maaf,” ujarnya.

Silaturahmi dan Nilai “Santun” Jadi Pondasi

Bupati menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kesantunan dalam kehidupan bermasyarakat, sesuai dengan semangat Santun Membara. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghindari konflik, menjaga ucapan, dan memperkuat persatuan.

“Kalau kita ingin Fakfak maju, kita harus jaga hubungan baik, hindari hal-hal yang menyakiti orang lain. Santun itu harus tercermin dalam sikap dan tindakan kita,” tegasnya.

Program Nyata: 18 Dokter Spesialis Mata Gratis

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengungkapkan sejumlah program prioritas yang telah dan akan dijalankan. Salah satunya adalah layanan kesehatan gratis dengan menghadirkan 18 dokter spesialis mata dari Jakarta pada 1 Juli 2026.

Program ini ditargetkan melayani sedikitnya 300 pasien, khususnya masyarakat kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan.

“Saya minta mulai sekarang masyarakat segera didata. Ini kesempatan besar karena dokter yang datang adalah dokter-dokter terbaik di bidangnya,” katanya.

Ia juga menegaskan akan melibatkan berbagai organisasi, termasuk PKK dan Dharma Wanita, untuk memastikan program tersebut berjalan maksimal.

Soroti Masalah Beasiswa

Bupati turut menyoroti masih adanya keluhan terkait penyaluran beasiswa yang belum tepat sasaran. Ia meminta Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi dan memastikan seluruh bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh yang berhak.

“Saya minta data diperiksa kembali. Jangan sampai ada anak-anak kita yang seharusnya mendapat beasiswa, tapi belum terakomodir,” tegasnya.

Listrik Gratis untuk Seluruh Warga

Program ambisius lainnya adalah penyediaan listrik gratis bagi masyarakat yang belum teraliri listrik. Berdasarkan data sementara, masih ada ratusan rumah yang belum menikmati listrik.

Pemkab Fakfak, bekerja sama dengan PLN, menargetkan seluruh pemasangan listrik—mulai dari instalasi rumah hingga meteran—diberikan secara gratis.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan membangun 13 Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) untuk menjangkau kampung-kampung terpencil dengan total anggaran mencapai Rp197 miliar.

“Target kami tahun ini tidak ada lagi masyarakat Fakfak yang hidup tanpa listrik,” tegasnya.

Bandara dan Infrastruktur Digenjot

Dalam sektor infrastruktur, Bupati menargetkan pengembangan Bandara Siboru Fakfak agar dapat didarati pesawat berbadan lebar (Boeing) pada tahun 2028.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah untuk mendukung pengembangan bandara dan infrastruktur jalan, termasuk ruas Fakfak–Kokas.

“Kalau semua berjalan lancar, 2028 pesawat besar sudah bisa masuk Fakfak. Ini penting untuk membuka konektivitas dan investasi,” jelasnya.

Dorong Investasi: Sawit, Pupuk, dan Migas

Bupati juga mengungkapkan bahwa sejumlah investasi strategis mulai masuk ke Fakfak, di antaranya sektor perkebunan kelapa sawit dari Korea, pembangunan pabrik pupuk, serta pengembangan sektor migas.

Ia menegaskan bahwa seluruh investasi harus berpihak pada masyarakat lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

“Saya minta dalam AMDAL harus jelas, tenaga kerja diprioritaskan masyarakat lokal. Ini penting untuk menekan angka pengangguran,” ujarnya.

Komitmen Kerja Nyata

Menutup sambutannya, Bupati menegaskan bahwa berbagai langkah yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen untuk merealisasikan janji politik secara bertahap.

Ia juga mengakui masih terdapat kekurangan dalam kepemimpinannya, namun memastikan akan terus bekerja maksimal demi kemajuan Fakfak.

“Kami sadar belum semua terpenuhi, tapi kami terus bekerja. Apa yang sudah dijanjikan, kami buktikan satu per satu,” pungkasnya.

( Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button