Perempuan Fakfak Didorong Cerdas & Bijak Bermedsos, Ketua TP PKK: “Ibu adalah Pilar Bangsa”
Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID | Fakfak, Papua Barat — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Fakfak menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Perempuan Cerdas, Taat Hukum dan Berkarakter Bijak dalam Bermedia Sosial”. Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber serta diikuti antusias oleh kaum ibu dari berbagai kalangan.
Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan, yang juga bertindak sebagai penasehat BKMT, turut memberikan sambutan penuh makna meski sebelumnya tidak dijadwalkan.
Dalam pengantarnya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, terlebih dengan semangat panitia yang tetap mampu melaksanakan kegiatan meski dengan keterbatasan.
“Tadi saya dengar belum ada dana, tapi kegiatan tetap berjalan. Ini yang luar biasa. Kita tidak perlu menunggu sempurna untuk bergerak, karena ketika kita sudah mulai, insya Allah jalan akan terbuka,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bersyukur karena masih diberi kesehatan sehingga dapat hadir dan mengikuti kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Peran Ibu Sangat Menentukan
Dalam sambutannya, Ny. Nurwidayati menekankan bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan.
Menurutnya, pendidikan paling dasar bukan hanya berasal dari sekolah, melainkan dari dalam rumah tangga.
“Anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana kita mendidik mereka di rumah. Dari dalam kandungan, masa kecil hingga dewasa, semua itu adalah tanggung jawab kita sebagai ibu,” tegasnya.
Soroti Dampak Media Sosial pada Anak
Ia juga menyoroti fenomena penggunaan gadget pada anak-anak usia dini yang kini semakin marak. Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius para orang tua.
“Saya sering prihatin melihat anak-anak kecil sudah memegang handphone di tempat umum. Dampaknya sangat besar. Kita boleh mengenalkan teknologi, tapi harus dibatasi, misalnya hanya setengah jam atau satu jam sehari,” ungkapnya.
Ia mengingatkan agar para ibu tidak menjadikan gadget sebagai “alat penenang” anak hanya karena ingin memiliki waktu luang menggunakan ponsel.
Bijak Bermedia Sosial
Selain itu, Ny. Nurwidayati juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial, terutama bagi para ibu.
Menurutnya, kecerdasan perempuan bukan semata-mata diukur dari kemampuan akademik, tetapi dari bagaimana mereka mampu menempatkan diri dalam berbagai situasi.
“Cerdas itu bukan hanya soal pintar matematika atau bahasa asing, tetapi bagaimana kita bisa menempatkan diri dengan bijak, termasuk dalam bermedia sosial dan menjaga kehormatan keluarga,” jelasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga etika, termasuk dalam kehidupan rumah tangga, agar tidak menjadi konsumsi publik di media sosial.
Perempuan Harus Jadi Contoh
Menutup sambutannya, ia berharap kegiatan sosialisasi ini mampu memberikan pemahaman kepada para ibu agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta menjadi teladan bagi anak-anak di era digital.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan Fakfak sebagai sosok yang tidak hanya cerdas, tetapi juga taat hukum dan berkarakter kuat di tengah derasnya arus informasi digital.
“Perempuan hebat bukan hanya yang pintar, tetapi yang mampu menjaga diri, keluarga, dan menjadi contoh di tengah masyarakat,” pungkasnya.
(Ria)



