
Karawang – Curah hujan dengan intensitas cukup tinggi, kali Citamiang di kampung Karadak desa Wanajaya tidak bisa lagi menampung air hujan kiriman dari kawasan industri Karawang New Industry City (KNIC). Akibat terjadinya penyempitan dan pendangkalan kali Citamiang oleh material lumpur kiriman dari kawasan industri.
Menyikapi kondisi seperti ini, kepala desa Wanajaya gerak cepat, menurunkan alat berat Beko untuk melakukan pengerukan sendimen lumpur. Mengingat kali Citamiang masih di jadikan warga sebagai sumber air bersih.
Mau tidak mau harus kami lakukan pengerukan kali Citamiang ini, karena sudah tidak lagi bisa menampung air hujan kiriman dari kawasan industri, kata Emin Saepudin kepala desa Wanajaya melalui sekretaris desa (sekdes) Hendar Rudianto saat di temui awak media, Rabu 06 Mei 2026 siang.
” Intensitas curah hujan masih cukup tinggi, KNIC masih melakukan penataan kawasan industri, lumpur yang terbawa air hujan penyebab terjadinya pendangkalan ,penyempitan kali”.
Sekdes menyatakan, dari Dua ruang yang ada di bawah jembatan jalan Badami – Loji, tinggal satu yang berfungsi. Sedangkan satunya tidak berfungsi akibat lumpur yang memenuhi bawah jembatan. Bahkan pendangkalan dan penyempitan terjadi di sepanjang kali Citamiang, ungkapnya.
Komisaris PT. Tenang Jaya Bagikan Ribuan Paket Sembako Wujud Syukur Milad ke-58 Tahun
Menurutnya, dalam hal ini, pihak KNIC kurang peduli adanya pendangkalan, penyempitan kali Citamiang. Karena untuk melakukan normalisasi kantung lumpur (danau) buatan penampung air di wilayah KNIC saja asal terlaksana hanya sebatas formalitas. Itupun di lakukan adanya complain dari masyarakat, baru di kerjakan.
Mengingat air kali Citamiang masih di jadikan sebagai sumber air bersih bagi warga Karadak, normalisasi, pengerukan dan penataan sendimen harus segera di lakukan.
Kedepannya kami pemerintahan desa akan melakukan koordinasi dengan kawasa industri KNIC dalam mengatasi penyempitan , pendangkalan kali Citamiang. Menjaga kebersihan, kerapihan lingkungan kali Citamiang, tandasnya. (ryo bewok).




