Uncategorized

Samaun Dahlan Buka Pintu Masa Depan Fakfak: Investasi Migas dan Industri Disebut Jadi Peluang Besar Rakyat Bangkit

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak — Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan bahwa gelombang investasi besar yang mulai masuk ke Kabupaten Fakfak harus menjadi peluang emas bagi masyarakat lokal untuk bangkit dan mengambil bagian dalam perubahan ekonomi daerah.

Pernyataan itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak, Kamis (21/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang fokus mempercepat investasi, terutama di sektor minyak dan gas bumi (migas), demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan daerah.

Menurut Samaun, sejumlah proyek migas strategis di wilayah Fakfak kini tengah dipersiapkan agar dapat segera memasuki tahap produksi dalam beberapa tahun mendatang.

“Kita harus kerja cepat, target kita tahun 2027 sudah bisa produksi,” ujar Samaun Dahlan.

Ia menjelaskan, sektor migas diproyeksikan menjadi salah satu sumber terbesar dana bagi hasil untuk daerah. Jika produksi mulai berjalan dan pendapatan daerah meningkat, Fakfak berpotensi menjadi salah satu kabupaten dengan APBD terbesar di wilayah Papua.

Tak hanya migas, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga terus mempercepat masuknya investasi di sektor industri pertanian, perkebunan, hingga pembangunan pabrik pupuk yang dinilai mampu membuka lapangan kerja besar-besaran bagi masyarakat.

Bupati menyebut pemerintah daerah saat ini sedang mendorong pengembangan beberapa sektor strategis, termasuk perkebunan jagung, tebu, kelapa sawit, serta industri pupuk yang dipusatkan di kawasan selatan Fakfak seperti Distrik Bomberay dan Tomage.

Menurutnya, investasi tersebut bukan hanya soal pembangunan proyek besar, tetapi juga tentang menciptakan masa depan ekonomi baru bagi masyarakat asli Papua di Fakfak.

“Momentum investasi yang sedang terbuka saat ini tidak boleh disia-siakan karena akan menentukan masa depan pembangunan daerah dalam jangka panjang,” tegasnya.

Samaun juga meminta seluruh pimpinan OPD dan masyarakat untuk mendukung percepatan investasi sekaligus mulai menyiapkan sumber daya manusia lokal agar masyarakat Fakfak tidak hanya menjadi penonton ketika proyek-proyek besar mulai berjalan.

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi arus investasi tersebut, Pemkab Fakfak mulai memperkuat berbagai infrastruktur penunjang, termasuk pengembangan Bandara Siboru melalui perpanjangan runway dan pelebaran fasilitas bandara.

Pemerintah bahkan menargetkan pada 2028 hingga 2029 mendatang, pesawat berbadan besar sudah dapat mendarat di Fakfak guna mendukung aktivitas industri dan konektivitas wilayah.

Selain fokus pada investasi, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga menegaskan komitmennya menjaga kepentingan masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Samaun Dahlan menekankan bahwa setiap investasi yang masuk ke Fakfak harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan warga, dan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat adat serta kelestarian lingkungan.

Ia optimistis, jika seluruh pihak mampu menjaga stabilitas daerah dan mendukung percepatan pembangunan, maka Fakfak akan tumbuh menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Papua Barat dalam beberapa tahun ke depan.

Masuknya investasi besar di Fakfak juga dinilai menjadi momentum penting transformasi ekonomi daerah dari wilayah berbasis sumber daya tradisional menuju kawasan industri, energi, dan pertanian modern yang mampu menciptakan ribuan lapangan kerja bagi generasi muda Papua.

(Ria)

Related Articles

Back to top button