Uncategorized

Pangdam XVIII/Kasuari Dorong Hilirisasi Pala Tomandin, Fakfak Dinilai Siap Jadi Sentra Pala Unggulan Nasional

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id FAKFAK – Komitmen menjadikan Kabupaten Fakfak sebagai pusat pengembangan pala unggulan nasional terus mendapat dukungan berbagai pihak. Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, mengajak seluruh elemen pemerintah, pelaku usaha, petani, hingga masyarakat adat untuk bersama-sama memperkuat hilirisasi Pala Tomandin Fakfak demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Ajakan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa komoditas pala Fakfak kini tidak lagi dipandang sekadar hasil perkebunan tradisional, melainkan aset strategis daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional.

Pala Tomandin sendiri telah lama dikenal sebagai identitas budaya masyarakat Fakfak yang diwariskan turun-temurun. Pemerintah Kabupaten Fakfak bahkan telah menetapkan Pala Tomandin sebagai tanaman budidaya, pelestarian, dan konservasi melalui kebijakan daerah sebagai bentuk perlindungan terhadap komoditas khas tersebut.

Dalam pengembangannya, konsep hilirisasi menjadi fokus utama. Tidak hanya menjual pala mentah, tetapi bagaimana hasil perkebunan tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah seperti minyak pala, sirup pala, manisan, rempah olahan, hingga berbagai produk turunan lainnya yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat petani.

Dorongan hilirisasi itu sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan yang terus memperluas areal tanam Pala Tomandin di sejumlah distrik strategis. Tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan pengembangan areal pala unggul seluas 50 hektare di Distrik Fakfak Barat dan Distrik Karas melalui kelompok-kelompok tani lokal.

Selain perluasan lahan, penguatan sektor pascapanen juga mulai dilakukan. Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Dinas Perkebunan Fakfak telah membangun fasilitas Solar Dryer Pala Jumbo untuk membantu proses pengeringan pala secara higienis dan modern guna menjaga kualitas produk pala Fakfak agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Langkah tersebut dinilai penting karena kualitas hasil panen menjadi salah satu penentu daya saing komoditas pala Fakfak di tingkat nasional maupun global. Dengan teknologi pengeringan modern, kualitas biji pala dan fuli pala dapat lebih terjaga, stabil, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Tak hanya itu, pengembangan produk turunan pala juga mulai digencarkan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan kepada kelompok masyarakat. Program pelatihan pengolahan sirup pala, sari buah pala, hingga produk makanan berbasis pala menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan daerah.

Pangdam XVIII/Kasuari menilai keberhasilan hilirisasi pala membutuhkan kolaborasi semua pihak. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Fakfak harus dikelola secara serius agar mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua, khususnya para petani pala.

Semangat membangun dari sektor perkebunan ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah di Tanah Mbaham Matta. Di tengah tantangan ekonomi global, pala Fakfak dinilai mampu menjadi komoditas andalan yang mengangkat nama daerah sekaligus memperkuat posisi Fakfak sebagai salah satu penghasil pala terbaik di Indonesia.

Dengan dukungan TNI, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, hilirisasi Pala Tomandin kini mulai bergerak menuju arah yang lebih maju. Fakfak tidak hanya ingin dikenal sebagai daerah penghasil pala, tetapi juga sebagai pusat industri pala unggulan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.

(Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button