Uncategorized

Bunda PAUD Fakfak Soroti Minimnya Fasilitas TK di Karas: “Jangan Pandang Sebelah Mata Pendidikan Anak Usia Dini

Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID, FAKFAK – Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, menghadiri langsung acara penamatan dan perpisahan peserta didik TK Yosobat Distrik Karas Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung di Kampung Malakuli, Distrik Karas, Minggu (29/6/2026).

Mengusung tema “Terwujudnya Generasi Dini yang Berakhlak Mulia, Berprestasi dan Kreatif”, kegiatan tersebut menjadi momentum penuh haru sekaligus refleksi terhadap kondisi pendidikan anak usia dini di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Fakfak.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 24 anak TK resmi menamatkan pendidikan mereka dan akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

Bunda PAUD Fakfak hadir didampingi perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, anggota DPRK Fakfak, Kepala Distrik Karas, unsur pemerintah kampung, Kepala Puskesmas Karas, Kapolsek Karas, serta Danramil Karas.

Dalam sambutannya, Nurwidayati mengingatkan seluruh pihak agar tidak memandang remeh pendidikan anak usia dini.

“Jangan memandang sebelah mata pendidikan PAUD. Di sinilah karakter, akhlak, dan masa depan anak-anak mulai dibentuk,” tegasnya di hadapan para orang tua dan guru.

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para guru PAUD yang selama ini bekerja dengan penuh kesabaran mendidik anak-anak dengan berbagai karakter dan kondisi.

Menurutnya, tugas guru PAUD bukanlah pekerjaan mudah, terlebih dengan keterbatasan fasilitas dan rendahnya insentif yang diterima selama ini.

“Guru PAUD memiliki kesabaran luar biasa. Mereka mendidik anak-anak setiap hari dengan penuh kasih sayang meski honor yang diterima masih sangat minim,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala TK Yosobat juga menyampaikan kondisi memprihatinkan yang dihadapi sekolah mereka, yakni belum memiliki gedung PAUD sendiri untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Menanggapi hal itu, Bunda PAUD Fakfak memastikan persoalan tersebut akan menjadi perhatian serius bersama pemerintah daerah.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru PAUD serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 118 PAUD yang tersebar di Kabupaten Fakfak.

Evaluasi tersebut akan mencakup kondisi bangunan sekolah, ketersediaan alat peraga edukatif (APE), sarana prasarana belajar, hingga kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kami ingin memastikan seluruh PAUD di Fakfak mendapatkan perhatian yang sama, baik yang berada di kota maupun di kampung-kampung terpencil,” katanya.

Selain itu, Nurwidayati juga mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak gemar membaca sejak usia dini serta membatasi penggunaan telepon genggam.

Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan dapat berdampak buruk terhadap perkembangan anak apabila tidak diawasi dengan baik oleh orang tua.

Ia mendorong hadirnya pojok baca maupun rumah baca di sekolah dan fasilitas umum agar budaya literasi dapat tumbuh sejak dini.

“Kalau ingin anak-anak memiliki masa depan yang cerah, mari biasakan mereka membaca dan batasi penggunaan handphone sejak sekarang,” pesannya.

Menutup sambutannya, Bunda PAUD Fakfak menegaskan komitmennya untuk terus turun langsung melihat kondisi PAUD di seluruh distrik di Kabupaten Fakfak agar tidak ada lagi anak-anak kampung yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan yang layak.

“Anak-anak Fakfak, baik yang berada di kota maupun di pelosok kampung, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik,” tutupnya.

(Ria)

Related Articles

Back to top button