Uncategorized

Wakil Ketua DPRK Fakfak Turun Perdana ke Kampung, Tegaskan Dana Desa Harus Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

Transparansi Tanpa Tawar

Wakil Ketua DPRK SPIRITREVOLUSI.ID, FAKFAK – Wakil Ketua DPRK Kabupaten Fakfak memanfaatkan momentum kunjungan resesnya dengan turun langsung ke kampung untuk menyapa masyarakat sekaligus menyampaikan arah kebijakan pembangunan desa yang dinilai harus semakin berpihak kepada kesejahteraan warga.

Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan reses, Wakil Ketua DPRK mengaku kunjungan tersebut menjadi momen istimewa karena merupakan kali pertama dirinya hadir langsung di tengah masyarakat kampung sejak resmi dilantik sebagai pimpinan DPRK Fakfak.

Ia menjelaskan, kehadirannya semula hanya untuk menyapa masyarakat karena mengetahui sedang berlangsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Namun, atas permintaan pemerintah kampung dan masyarakat, ia diminta menyampaikan sambutan sebelum agenda reses dimulai.

“Ini menjadi kunjungan pertama saya ke kampung sejak dilantik. Saya sebenarnya hanya ingin datang menyapa masyarakat karena mengetahui ada kegiatan penyaluran BLT. Tetapi saya diminta untuk memberikan sambutan, sehingga saya merasa berkewajiban menyampaikan beberapa hal penting terkait pembangunan kampung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa program BLT Dana Desa merupakan program nasional yang terus berlanjut dari masa pemerintahan sebelumnya hingga pemerintahan Presiden saat ini. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa besaran anggaran yang diterima desa terus mengalami perubahan akibat penyesuaian kebijakan nasional dan efisiensi anggaran.

Menurutnya, pemerintah desa perlu memahami kondisi tersebut agar mampu menyusun prioritas penggunaan Dana Desa secara tepat sasaran.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal Dana Desa hadir untuk mempercepat pembangunan dari tingkat paling bawah, yakni kampung, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Dana Desa harus menjadi instrumen yang membawa kemakmuran bagi masyarakat. Pemerintahan kampung merupakan ujung tombak pelayanan kepada rakyat sehingga setiap rupiah yang diterima harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya penggunaan Dana Desa masih diarahkan untuk berbagai sektor seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta kegiatan sosial lainnya. Namun, seiring perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah pusat, kini desa didorong untuk lebih memprioritaskan penguatan sektor ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa arah kebijakan tersebut bukanlah kehendak pribadi kepala kampung, pendamping desa maupun pihak tertentu, melainkan amanat yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Prioritas penggunaan Dana Desa saat ini lebih diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung. Ini bukan keinginan pribadi siapa pun, tetapi merupakan ketentuan yang telah diatur pemerintah melalui regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRK juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kampung melalui sinergi antara pemerintah kampung, Badan Permusyawaratan Kampung (Bamuskam), pendamping desa, serta masyarakat.

Ia menilai pembangunan tidak akan berhasil apabila hanya dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga.

Menutup sambutannya, ia membuka ruang dialog seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan aspirasi yang dihadapi di kampung. Seluruh masukan tersebut, katanya, akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan dan penganggaran di DPRK Kabupaten Fakfak.

“Saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan saya bawa ke DPRK sebagai bahan penyusunan perencanaan program dan penganggaran tahun mendatang agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat di kampung,” pungkasnya.

Kunjungan reses tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pelayanan dasar hingga kebutuhan lain.

(Ria)

Related Articles

Back to top button