Jejak Sejarah 666 Tahun Islam di Papua Diperkuat, Bupati Samaun dan Forkopimda Ziarah ke Makam Syekh Abdul Ghaffar, Satukan Komitmen Jaga Warisan Peradaban Fakfak
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id FAKFAK – Komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam menjaga warisan sejarah dan memperkuat nilai-nilai toleransi kembali ditunjukkan melalui kunjungan silaturahmi dan ziarah ke Makam Syekh Abdul Ghaffar serta Kampung Gar, Distrik Furwagi, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., didampingi Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, M.T., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi simbol penghormatan terhadap jejak sejarah penyebaran Islam di Papua sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai persatuan yang telah diwariskan para leluhur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah dan doa bersama di Makam Syekh Abdul Ghaffar, sosok yang diyakini memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Papua, khususnya Fakfak. Dalam suasana penuh khidmat, Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta para tokoh masyarakat memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kehidupan beragama yang damai, toleran, dan harmonis.
Usai berziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kampung Gar. Kedatangan Bupati dan Forkopimda disambut dengan prosesi adat yang dipimpin para tetua adat setempat. Penyambutan tersebut menjadi gambaran kuatnya hubungan antara adat, budaya, dan nilai-nilai keagamaan yang hingga kini tetap terpelihara dalam kehidupan masyarakat Fakfak.
Prosesi adat berlangsung penuh makna, menegaskan bahwa identitas Fakfak dibangun di atas semangat kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi, serta kerukunan antarumat beragama yang telah menjadi kekuatan daerah selama berabad-abad.
Di Kampung Gar, Bupati Samaun Dahlan memimpin rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda, pemerintah kampung, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat guna mematangkan berbagai agenda strategis dalam menyambut Peringatan 666 Tahun Islam Masuk ke Tanah Papua.
Pembahasan difokuskan pada penyusunan rangkaian kegiatan keagamaan, pelestarian situs-situs sejarah Islam, penguatan nilai budaya lokal, peningkatan koordinasi lintas sektor, hingga strategi pengembangan pariwisata religi dan budaya sebagai salah satu potensi unggulan Kabupaten Fakfak.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, khidmat, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi pelestarian sejarah maupun penguatan sektor ekonomi melalui wisata budaya dan religi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik menegaskan bahwa peringatan 666 tahun bukan hanya menjadi momentum mengenang sejarah masuknya Islam di Papua, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan yang telah diwariskan para leluhur.
Menurutnya, semangat toleransi, persatuan, gotong royong, dan saling menghormati harus terus dirawat sebagai identitas masyarakat Fakfak yang dikenal luas sebagai daerah dengan kehidupan antarumat beragama yang harmonis.
“Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua adalah warisan sejarah yang sangat berharga. Momentum ini harus menjadi penguat persatuan, memperkokoh toleransi, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda agar terus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan peringatan sebagai bagian dari upaya melestarikan sejarah, memperkuat identitas daerah, dan membangun kebersamaan masyarakat.
(Ria




