Wabup Donatus Gaungkan Revolusi Budaya di Sekolah: Seni Lokal Harus Hidup, Generasi Fakfak Jangan Putus dari Akar Budaya
Transparansi Tanpa Tawar

spiritrevolusi.id– fakfak Komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam menjaga identitas budaya daerah kembali ditegaskan. Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik, mendorong agar seni dan budaya lokal tidak hanya dipertahankan sebagai warisan leluhur, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan melalui sekolah-sekolah.
Menurut Donatus, sekolah harus menjadi ruang strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini. Seni tradisional, bahasa daerah, tarian, musik, hingga nilai-nilai kearifan lokal dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakar pada identitasnya sendiri sekaligus mampu bersaing di era modern.
Ia menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui festival atau kegiatan seremonial. Dibutuhkan langkah nyata dengan menghadirkan muatan budaya lokal dalam aktivitas pendidikan sehingga para pelajar dapat mengenal, memahami, sekaligus bangga terhadap warisan budaya Fakfak.
“Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi fondasi yang membentuk jati diri masyarakat. Jika generasi muda tidak mengenalnya sejak di bangku sekolah, maka risiko hilangnya identitas daerah akan semakin besar,” menjadi pesan utama yang disampaikan Wakil Bupati dalam mendorong penguatan pendidikan berbasis budaya lokal.
Donatus juga menekankan bahwa pengembangan seni budaya harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki karakter, etika, serta rasa cinta terhadap daerahnya.
Dorongan tersebut selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia berbasis kearifan lokal sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Melalui pendekatan tersebut, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi kekuatan masyarakat Fakfak.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara sekolah, tenaga pendidik, seniman, tokoh adat, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga seni budaya lokal tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari generasi muda.
Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun Fakfak. Ketika budaya mampu menjadi inspirasi dalam dunia pendidikan, maka akan lahir generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tetapi juga tetap teguh menjaga identitas, sejarah, dan kebanggaan sebagai putra-putri daerah.
(Ria)




