NEWS

Dokter Spesialis Turun ke Distrik, Posyandu Wartutin Hadirkan Pengobatan Gratis bagi Ibu Hamil dan Anak

Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah distrik dan kampung terus mendapat perhatian. Puskesmas Wartutin, Kabupaten Fakfak, Senin (24/8/2026), menggelar pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis dengan menghadirkan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak.

Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua Pembina Posyandu, Nurwidayati Samaun Dahlan, serta melibatkan jajaran Dinas Kesehatan, kader Posyandu, PKK distrik dan kampung, serta masyarakat setempat. Pelayanan terutama menyasar ibu hamil dan anak balita.

Kehadiran dokter spesialis secara langsung di wilayah distrik menjadi langkah penting untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan demikian, warga, khususnya yang berada jauh dari pusat kota, tidak harus selalu menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan pemeriksaan oleh tenaga medis spesialis.

Ketua Pembina Posyandu Apresiasi Dukungan Semua Pihak

Dalam sambutannya, Ketua Pembina Posyandu Nurwidayati Samaun Dahlan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan pelayanan kesehatan tersebut.

Apresiasi disampaikan kepada Dinas Kesehatan, para dokter spesialis, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, pemerintah distrik dan kampung, serta masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada perwakilan Dinas Kesehatan, Ibu Dewi, yang dinilai konsisten mendampingi pelaksanaan pelayanan kesehatan hingga kunjungan yang kedelapan.

«“Ini sudah yang ke-8. Kita patut memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terus mendampingi masyarakat. Dari laut sampai gunung sudah kita lalui,” ungkapnya.»

Menurut Nurwidayati, kehadiran dokter spesialis di distrik merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

Ibu Hamil Didorong Manfaatkan Pelayanan Spesialis

Dalam pelayanan tersebut, sejumlah ibu hamil mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis kandungan. Nurwidayati juga mendorong agar ibu hamil yang belum sempat melakukan pemeriksaan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut, termasuk bagi mereka yang membutuhkan pemeriksaan ultrasonografi atau USG.

Ia mengatakan, selama dokter spesialis masih berada di wilayah tersebut, pelayanan akan diupayakan semaksimal mungkin agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

«“Kalau memang dokter masih di sini, kita bisa jemput bola. Kalau ada ibu hamil yang belum sempat bertemu dokter spesialis, kita upayakan supaya bisa langsung diperiksa,” ujarnya.»

Jemput Bola hingga Kampung

Nurwidayati menegaskan bahwa pelayanan kesehatan dengan pola jemput bola perlu terus diperkuat. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh hanya terpusat di perkotaan, tetapi harus mampu menjangkau masyarakat hingga kampung-kampung, termasuk wilayah yang sulit dijangkau.

Ia berharap kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan berbagai pihak dapat terus dilanjutkan melalui program kunjungan serta pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita dan masyarakat umum.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata.

«“Nurwidayati ingin program-program pemerintah, terutama di bidang kesehatan, bisa dirasakan masyarakat bukan hanya di kota, tetapi sampai ke pelosok-pelosok,” tegasnya.»

Ia menilai kehadiran dokter spesialis di distrik sangat penting mengingat keterbatasan jumlah dokter spesialis yang tersedia. Karena itu, kunjungan dokter spesialis ke wilayah distrik menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kesehatan Anak Jadi Perhatian

Selain pemeriksaan ibu hamil, pelayanan dokter spesialis anak juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Anak-anak dan balita mendapatkan pemeriksaan sebagai bagian dari upaya mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini.

Nurwidayati menekankan bahwa kesehatan anak membutuhkan perhatian bersama dan harus dijaga sejak usia dini. Karena itu, ia berharap pelayanan dokter spesialis anak di tingkat distrik dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

«“Untuk anak-anak juga menjadi perhatian kita. Kita berharap pelayanan dokter spesialis anak seperti ini terus dilakukan, karena kesehatan anak harus kita jaga sejak dini,” katanya.»

Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran ibu hamil dan orang tua yang membawa anak mereka untuk mendapatkan pelayanan. Kegiatan tersebut juga melibatkan anggota PKK serta masyarakat dari sejumlah kampung di wilayah pelayanan Puskesmas Wartutin.

Perkuat Implementasi Posyandu Enam SPM

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pembina Posyandu juga menyinggung rencana penguatan penerapan Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang akan dilaksanakan secara bertahap.

Ia menjelaskan, penerapan Posyandu Enam SPM membutuhkan kerja sama lintas sektor. Posyandu tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah pelayanan dasar masyarakat yang melibatkan berbagai sektor dan perangkat daerah.

Karena itu, pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan terus mendorong penguatan kapasitas Posyandu, termasuk melalui pemberian contoh penerapan dan pelatihan bagi para kader di tingkat distrik.

Pelaksanaan Posyandu Enam SPM nantinya membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, termasuk kesehatan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, sosial, serta perangkat daerah terkait lainnya.

Nurwidayati mengakui bahwa penerapan konsep tersebut bukan pekerjaan mudah. Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan kapasitas kader agar mampu menjalankan fungsi pelayanan yang semakin luas.

Namun, keterbatasan jumlah kader tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program. Para kader yang sudah ada akan terus diperkuat melalui pembinaan dan pelatihan.

«“Ini memang tantangan besar. Kita harus bekerja keras bagaimana memberikan contoh dan pelatihan agar kader memahami seperti apa penerapan Posyandu Enam SPM,” jelasnya.»

Pelayanan Kesehatan Harus Menjangkau Pelosok

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Wartutin menjadi salah satu gambaran penting bahwa pembangunan kesehatan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK dan masyarakat.

Nurwidayati berharap kegiatan pelayanan seperti ini tidak berhenti pada satu kunjungan, tetapi dapat menjadi program yang berkelanjutan. Dengan demikian, ibu hamil, balita dan masyarakat di kampung-kampung dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

Menurutnya, kehadiran dokter spesialis di tengah masyarakat bukan hanya memberikan manfaat dari sisi pelayanan medis, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan.

Semangat pelayanan dari kota hingga kampung, dari pesisir hingga pegunungan, diharapkan terus diperkuat agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

SPIRITREVOLUSI.ID

Related Articles

Back to top button