Nurwidayati Samaun Dahlan Soroti Bansos di Puskesmas Werba: Data Warga Harus Akurat dan Tepat Sasaran”
Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, menegaskan bahwa keberadaan Posyandu ke depan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menimbang bayi atau memeriksa kesehatan ibu dan anak.
Hal itu disampaikan Nurwidayati saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Werba, Kabupaten Fakfak.sabtu 29/8/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Nurwidayati menjelaskan bahwa Posyandu kini diarahkan untuk bergerak lebih luas melalui keterlibatan lintas sektor. Tidak hanya Dinas Kesehatan, tetapi juga perangkat daerah yang menangani pekerjaan umum, sosial, pendidikan dan sektor pelayanan dasar lainnya.
Menurutnya, konsep Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) harus mampu menjadi pintu masuk untuk melihat persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh.
“Kalau dalam kegiatan Posyandu ditemukan anak stunting atau kurang gizi, jangan langsung menyimpulkan persoalannya hanya karena makanan,” demikian inti penjelasan Nurwidayati dalam sambutannya.
Ia mencontohkan, kondisi rumah yang tidak layak, akses air bersih, sanitasi, hingga persoalan sosial ekonomi keluarga dapat menjadi bagian dari persoalan yang harus dilihat secara langsung di lapangan.
Karena itu, kader Posyandu bersama tim pembina di tingkat kampung dan distrik diharapkan tidak berhenti pada pencatatan. Data yang ditemukan harus ditindaklanjuti dan disampaikan kepada perangkat daerah terkait.
Jika ditemukan keluarga yang membutuhkan rumah layak huni atau akses air bersih, misalnya, data tersebut dapat menjadi dasar bagi dinas terkait untuk memberikan intervensi. Begitu pula jika ditemukan keluarga yang membutuhkan dukungan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
Data Jangan Sekadar Administrasi
Nurwidayati juga memberikan perhatian serius terhadap akurasi data penerima bantuan pemerintah.
Ia menilai, program pemerintah yang baik tidak akan memberikan dampak maksimal apabila data penerimanya tidak akurat.
Karena itu, ia mendorong agar data penerima bantuan sosial diperbarui secara berkala dan benar-benar berdasarkan kondisi masyarakat di lapangan.
“Jangan hanya menggunakan data yang itu-itu saja,” menjadi salah satu penekanan dalam sambutannya ketika membahas pentingnya pembaruan data penerima bantuan.
Menurutnya, persoalan ketepatan sasaran bukan sekadar persoalan administrasi. Di balik data terdapat masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Apabila data tidak diperbarui, ada kemungkinan keluarga yang sudah tidak memenuhi kriteria tetap menerima bantuan, sementara keluarga yang lebih membutuhkan justru belum tersentuh.
“Programnya bagus, tetapi kalau tidak tepat sasaran, sama saja tidak sampai kepada orang yang tepat,” demikian garis besar pesan Nurwidayati.
Ia menegaskan, dirinya akan terus mendorong agar program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Pelayanan Kesehatan Disambut Antusias
Dalam kegiatan di Puskesmas Werba, masyarakat juga mendapat pelayanan kesehatan gratis yang melibatkan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak.
Nurwidayati menyampaikan bahwa ibu hamil mendapatkan kesempatan untuk memeriksakan kehamilannya, termasuk pemeriksaan USG bagi yang membutuhkan.
Sementara itu, para ibu yang membawa balita dapat memeriksakan kondisi anak kepada dokter spesialis anak.
Pelayanan tersebut tidak dipungut biaya. Bahkan, Nurwidayati menyampaikan bahwa pelayanan akan tetap dilakukan selama masih terdapat pasien yang membutuhkan pemeriksaan.
Pantauan media di lokasi juga menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Pasien terlihat memadati kegiatan pelayanan kesehatan bersama Ketua Tim Pembina Posyandu, Dinas kesehatan dan dokter spesialis kandungan serta anak.
Pasien Minta Bantuan Rujukan
Di tengah kegiatan pelayanan kesehatan tersebut, perhatian juga tertuju pada seorang pasien yang disebut mengalami sakit pada bagian kelenjar getah bening.
Pasien tersebut berharap dapat memperoleh bantuan untuk mendapatkan rujukan pengobatan karena terkendala biaya.
Dalam pantauan media, pasien tersebut bahkan disebut merupakan pegawai Puskesmas Werba. Ia menyampaikan harapan kepada Nurwidayati Samaun Dahlan agar dapat membantu mencarikan jalan keluar untuk proses pengobatan dan rujukan.
Momen tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan kesehatan di tingkat distrik tidak hanya menjadi ruang pemeriksaan medis, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menyampaikan persoalan kesehatan yang mereka hadapi secara langsung.
Targetkan Posyandu Enam SPM di Setiap Distrik
Nurwidayati juga mengungkapkan target Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak untuk mendorong pembentukan Posyandu enam SPM di setiap titik sebagai percontohan.
Ia menyampaikan bahwa hingga Desember 2026 diharapkan terdapat titik percontohan Posyandu enam SPM yang dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya.
Langkah tersebut, menurutnya, penting agar konsep Posyandu enam SPM tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi benar-benar diterapkan dan dapat dilihat manfaatnya oleh masyarakat.
Ia juga meminta dukungan kepala distrik, kepala kampung, masyarakat dan kepala puskesmas agar program tersebut dapat berjalan.
Nurwidayati: Ini Bukan Kepentingan Pribadi
Di hadapan masyarakat, Nurwidayati menegaskan bahwa keberaniannya menyampaikan berbagai persoalan sosial bukan untuk kepentingan pribadi.
Ia mengatakan seluruh perhatian tersebut diarahkan untuk kepentingan masyarakat, terutama ibu, anak dan keluarga yang membutuhkan pelayanan serta intervensi pemerintah.
Baginya, cita-cita meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan dukungan semua pihak.
“Kalau tidak ada dukungan dari distrik, kampung dan masyarakat, tentu tidak akan berjalan,” menjadi pesan penting yang disampaikannya dalam sambutan tersebut.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor melalui Posyandu enam SPM dapat menjadi salah satu cara untuk memastikan program pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Bukan sekadar hadir dalam bentuk program, tetapi hadir dengan data yang benar, pelayanan yang nyata dan bantuan yang tepat sasaran.
(Ria)




