Data Bansos Fakfak Dibenahi, Dinsos Temukan Sejumlah Penerima Bermasalah
Sadali La Hadalia Tegaskan Bantuan Harus Tepat Sasaran dan Tepat Manfaat

spiritrevolusi.id, Fakfak — Kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, Sadali La Hadalia, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan validasi data penerima bantuan sosial (bansos) agar penyaluran bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan diterima masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan evaluasi dan pembahasan validasi data bansos di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, Selasa (12/5/2026).
Dalam arahannya, Sadali menyoroti masih ditemukannya berbagai persoalan pada data penerima bantuan sosial yang perlu segera diperbaiki guna menghindari kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, persoalan data bansos bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari petugas pendataan, aparat distrik, kelurahan, kampung, RT/RW hingga masyarakat.
“Kita ingin bantuan ini benar-benar diterima masyarakat yang layak. Jangan sampai ada warga yang sebenarnya sudah mampu masih menerima bantuan, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru belum terakomodasi,” ujarnya.
Dalam proses evaluasi penyaluran bantuan sebelumnya, Dinas Sosial menemukan sejumlah data penerima yang perlu diperbarui. Permasalahan tersebut meliputi penerima yang telah meninggal dunia, berpindah alamat, tidak diketahui keberadaannya, hingga warga yang dinilai sudah tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan sosial.
Sadali menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan sistem pendataan secara menyeluruh agar kualitas data penerima bansos semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau penyaluran bantuan tidak sesuai sasaran, tentu akan berdampak pada pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, semua pihak harus bekerja serius agar bantuan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Selain itu, Dinas Sosial juga menerima laporan dari sejumlah ketua RT dan lurah terkait bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang dinilai masih ditemukan penerima yang kurang tepat sasaran.
Di beberapa wilayah, aparat RT bahkan memilih menunda sementara penyaluran bantuan sambil menunggu proses verifikasi ulang agar bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang layak menerima.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kita bersama bahwa pendataan masih perlu terus dibenahi,” ungkapnya.
Untuk itu, Dinas Sosial meminta seluruh petugas lapangan memanfaatkan waktu hingga akhir Mei untuk melakukan ground check atau pengecekan langsung di lapangan guna memperbarui data penerima bantuan secara objektif dan akurat.
Sadali juga mengingatkan para petugas agar tidak hanya berfokus pada penyelesaian administrasi, tetapi benar-benar memastikan kondisi riil masyarakat sebelum data dimasukkan ke dalam sistem.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta bersikap terbuka dan jujur saat proses pendataan berlangsung agar bantuan pemerintah dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
“Kalau ada petugas datang melakukan pendataan, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Petugas juga harus bekerja objektif dan profesional,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aparat pemerintah di tingkat bawah menjadi kunci penting dalam memperbaiki kualitas data bansos di Kabupaten Fakfak. Karena itu, distrik, kelurahan, kampung, RT dan RW diminta aktif mengawal proses pendataan maupun penyaluran bantuan di wilayah masing-masing.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Sosial Kabupaten Fakfak berencana menggelar pertemuan bersama para ketua RT, lurah, serta OPD terkait setelah proses ground check selesai dilakukan. Pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi persoalan di lapangan sekaligus menyusun langkah perbaikan sistem pendataan bansos secara bertahap dan berkelanjutan.
Sadali berharap melalui pembenahan yang dilakukan saat ini, kualitas data penerima bantuan sosial di Kabupaten Fakfak akan semakin baik sehingga bantuan pemerintah benar-benar tepat
(Ria)




