NEWS

Ada Cinta dan Solidaritas dari Mahasiswa Sumba Timur untuk Masyarakat Flores

Transparansi Tanpa Tawar

Manggarai, NTT- Di tengah duka dan perjuangan masyarakat menghadapi dampak gempa bumi Magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Flores, kepedulian dan solidaritas terus mengalir dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Timur

Aliansi Peduli Bencana Alam Flores yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumba Timur, IPMASTAP Waingapu, IKPML Waingapu, dan IKMASBA Waingapu, hadir langsung untuk menyalurkan bantuan sembako berupa beras, telur, susu bayi, minyak goreng dan kebutuhan lainnya, di Kampung Nanu, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (7/9/2026).

Bantuan tersebut merupakan hasil open donasi yang dilakukan di Sumba Timur. Para mahasiswa menjadi perpanjangan tangan masyarakat yang menitipkan bantuan dan doa untuk saudara-saudara mereka yang terdampak bencana di Flores

Perwakilan masyarakat Kampung Nanu, Pepi Kurniawan, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kedatangan para mahasiswa Sumba Timur yang telah hadir di tengah warga yang membutuhkan

“Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami karena yang terdampak gempa di Manggarai ini ada begitu banyak tempat, hampir semua kampung dan warga terdampak. Tetapi teman-teman sudah memilih tempat ini untuk bisa melihat dan membantu. Tidak ada kata selain terima kasih banyak dari kami,” ujarnya

BACA : Dari Ruang Perawatan, Wajah Pelayanan RSUD Fakfak Dipuji: Perawat Ramah, Sabar dan Pasien Merasa Terlayani 

Menurutnya kedatangan para mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan secara material, tetapi juga menghadirkan kekuatan moral bagi masyarakat yang sedang berjuang melewati masa sulit pascagempa

Ia berharap solidaritas tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan sembako. Ia juga meminta mahasiswa turut menyuarakan kondisi warga kepada pemerintah, terutama masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi dapat dihuni

“Teman-teman sudah melihat sendiri kondisi rumah seperti apa di sini. Harapan kami ke depannya kita kawal bersama. Kami minta bantuan suara dari teman-teman mahasiswa semua untuk menyuarakan rumah-rumah warga, terlebih khusus rumah yang rusak berat. Kita sama-sama perjuangkan agar masyarakat yang rumahnya tidak bisa dihuni lagi sekiranya mendapat bantuan segera dari pemerintah,” tambahnya

Sementara itu, Velin, Koordinator Lapangan Aliansi Peduli Bencana Alam Flores, mengatakan bantuan tersebut sepenuhnya merupakan bentuk kepedulian masyarakat Sumba Timur

“Semua ini kami lakukan melalui open donasi di Sumba Timur. Yang kami bawa ke sini adalah uluran tangan dari masyarakat disan. Kami hanya mewakili untuk memberikan bantuan tersebut kepada Bapak dan Mama. Ini adalah doa dari seluruh masyarakat Sumba Timur,” ungkap Velin

Velin menyadari bahwa bantuan yang dibawa mungkin belum mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, menurutnya, nilai terbesar dari bantuan tersebut adalah pesan kemanusiaan yang menyertainya.

“Tidak banyak yang kami bawa, tetapi semoga bantuan ini bermanfaat bagi Bapak dan Mama semua yang ada di sini. Kami juga turut merasakan apa yang Bapak dan Mama alami di sini,” pungkasnya

Kehadiran Aliansi Peduli Bencana Alam Flores di Kampung Nanu menjadi gambaran bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Dari Sumba Timur, bantuan menempuh perjalanan menuju Flores untuk kemudian diterima oleh masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana

Di tengah rumah-rumah yang rusak dan kehidupan yang belum sepenuhnya pulih, satu hal menjadi pesan penting dari aksi tersebut. Ketika satu daerah terluka, daerah lain ikut mengulurkan tangan. Ketika masyarakat sedang berduka, persaudaraan menjadi kekuatan untuk bangkit bersama.

(Alfred Ten)

Related Articles

Back to top button