Jalan Dusun Lima Sitinjo Payung Dipenuhi Semak, Akses Karyawan dan Aktivitas Petani Jadi Sorotan
Transparansi Tanpa Tawar

DAIRI, SPIRITREVOLUSI.ID — Tim media Spirit Revolusi menyoroti kondisi jalan di Dusun Lima, Sitinjo Payung, Kabupaten Dairi, yang disebut ditumbuhi pepohonan dan semak belukar hingga terlihat rimbun. Kondisi tersebut dikeluhkan karena dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran pengguna jalan, termasuk karyawan PT Wahana Graha Makmur yang keluar masuk melalui pos utara.
Berdasarkan informasi yang diterima tim media, kondisi lingkungan di sepanjang akses jalan tersebut membutuhkan perhatian dari pihak terkait. Pepohonan dan semak yang terlalu rimbun perlu diperiksa agar tidak menghalangi pandangan maupun mempersempit ruang gerak pengguna jalan.
Tim Spirit Revolusi menilai pemeliharaan akses jalan merupakan hal penting untuk menunjang keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat serta pekerja yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Petani Mengeluhkan Distribusi Hasil Bumi
Selain kondisi jalan yang rimbun, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait kelancaran aktivitas jual beli hasil bumi. Petani dan para pembeli atau toke disebut mengalami keterlambatan dalam proses pengangkutan maupun transaksi hasil pertanian.
BACA : SIDANG AJUDIKASI KE-3: FAKTA KOORDINASI DENGAN KEJARI DAIRI AKAN DIUJI TERBUKA
Keluhan tersebut perlu mendapat perhatian karena kelancaran distribusi hasil bumi berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Petani membutuhkan akses yang memadai agar hasil pertanian dapat diangkut dan dipasarkan tanpa hambatan yang tidak perlu.
Meski demikian, penyebab keterlambatan distribusi tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan apakah berkaitan langsung dengan kondisi jalan atau terdapat faktor lain.
Pemerintah dan Pihak Perusahaan Diharapkan Turun ke Lapangan
Tim media Spirit Revolusi meminta Direktur PT Wahana Graha Makmur memberikan perhatian terhadap kondisi akses di sekitar pos utara, terutama apabila semak dan pepohonan yang tumbuh di sepanjang jalan berada dalam area yang menjadi tanggung jawab perusahaan.
Pemerintah Kabupaten Dairi, Camat Sitinjo, serta pemerintah Kelurahan Panji Dabutar juga diharapkan melakukan peninjauan langsung sesuai kewenangan masing-masing.
Peninjauan lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya, menentukan pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan, serta mencari solusi atas keluhan masyarakat dan petani.
BACA : KKP Gelar Sosialisasi Penataan Ruang Laut di Bekasi, Dorong 4 Proyek Strategis Nasional
Jika ditemukan tumbuhan yang menghalangi akses, pemangkasan dan pembersihan dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang dengan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan dan lingkungan sekitar.
Spirit Revolusi Mendorong Penyelesaian
Tim media Spirit Revolusi mendorong agar persoalan tersebut mendapat tindak lanjut yang nyata. Pemeliharaan akses jalan dan kelancaran distribusi hasil pertanian merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Masyarakat berharap pihak perusahaan dan pemerintah setempat dapat berkoordinasi untuk meninjau keluhan tersebut sehingga aktivitas karyawan, petani, dan pembeli hasil bumi dapat berlangsung lebih lancar.
Hingga liputan ini disusun, tanggapan resmi dari pihak PT Wahana Graha Makmur maupun pemerintah setempat belum dicantumkan. Spirit Revolusi membuka ruang bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan demi menghadirkan pemberitaan yang berimbang.
(Raja Pernengeten Boang Manalu)




