Bomberay Tak Cukup Andalkan Potensi Alam! Tim Ekspedisi Patriot Unpad Dorong Petani Olah Kompos dan Benahi Kelembagaan Ekonomi Kampung

SpiritRevolusi.id | FAKFAK — Potensi lokal di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, didorong menjadi kekuatan ekonomi produktif melalui pengolahan bahan organik menjadi kompos serta penguatan kelembagaan masyarakat. Upaya ini dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 5 melalui Workshop Kolaborasi Agrokompleks yang melibatkan 90 peserta dari tujuh kampung.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di Balai Kampung Onim Jaya tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan teknis di bidang pertanian dan peternakan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memetakan potensi, mengidentifikasi kendala, serta menyusun langkah pengembangan kelembagaan ekonomi di kampung masing-masing.
Melalui pendekatan praktik dan pendampingan, Tim Ekspedisi Patriot Unpad berupaya mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar sekaligus memperkuat organisasi ekonomi kampung sebagai wadah pengelolaan usaha yang lebih terarah.
Olah Bahan Organik, Buka Peluang Kemandirian Pupuk
Salah satu fokus utama workshop adalah praktik pengolahan bahan organik menjadi kompos sebagai alternatif untuk mendukung kebutuhan pupuk di tingkat lokal.
Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari pemanfaatan bahan-bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi kompos. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum diolah secara maksimal.
Bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, pengetahuan tersebut menjadi bekal awal untuk mengembangkan praktik pengolahan bahan organik secara mandiri, sesuai dengan ketersediaan bahan dan kebutuhan di masing-masing kampung.
Pada hari kedua, peserta juga menerima buku saku yang memuat panduan pembuatan kompos, probiotik, dan silase. Materi tersebut disiapkan sebagai referensi praktis agar petani dan peternak dapat mempelajari kembali tahapan pembuatannya setelah kegiatan workshop berakhir.
Ketersediaan panduan ini diharapkan membantu masyarakat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara bertahap, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal untuk menunjang kegiatan pertanian dan peternakan.
Namun, penerapan di lapangan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan, ketersediaan bahan, serta kebutuhan setiap kampung agar manfaatnya dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Tak Hanya Pertanian, Kelembagaan BUMKam Ikut Diperkuat
Selain membahas aspek teknis agrokompleks, workshop tersebut memberikan perhatian terhadap penguatan kelembagaan masyarakat, terutama Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) dan organisasi ekonomi di tingkat kampung.
Sesi penguatan kelembagaan dipandu Dr. Yulistyne Kusumaningrum, S.Sos., M.MKMT., Direktur PT Inovasi Strategi Nusantara sekaligus anggota Asosiasi Pendamping Koperasi Modern.
Melalui metode Roleplay Kelembagaan, peserta diajak mengidentifikasi potensi, kendala, dan rencana realisasi kelembagaan berdasarkan situasi nyata di kampung masing-masing.
Metode simulasi tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menilai persoalan yang dihadapi organisasi, merumuskan arah pengembangan, serta menentukan langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat pengelolaan kelembagaan.
Hasil pemetaan itu selanjutnya direncanakan menjadi dasar penyusunan pelatihan lanjutan. Dengan demikian, materi pendampingan diharapkan tidak bersifat umum semata, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tantangan, dan potensi setiap kampung.
Penguatan kelembagaan dinilai penting agar potensi pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat tidak berhenti pada ketersediaan sumber daya, tetapi dapat dikelola melalui organisasi yang memiliki arah kerja dan rencana pengembangan yang jelas.
Pengurus BUMKam Pinang Agung: Workshop Membuka Jalan Kolaborasi
Manfaat kegiatan tersebut dirasakan oleh peserta, salah satunya Royali, perwakilan pengurus BUMKam Kampung Pinang Agung.
(Ria)




