Kunjungi Rumah Tua Leluhur di Kampung Offie, Willy M. Hegemur Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Keluarga
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak, Papua Barat – Dalam suasana hangat pasca Hari Raya Idulfitri, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Willy M. Hegemur, melakukan kunjungan perdananya ke Kampung Offie. Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga untuk menyerap aspirasi masyarakat serta meninjau langsung rumah tua peninggalan leluhur yang sarat nilai sejarah.
Kunjungan ini menjadi momen emosional bagi Willy Hegemur. Ia mengungkapkan memiliki hubungan darah dengan keluarga besar di Kampung Offie, khususnya dari garis keturunan marga Pattiran. Rumah tua yang dikunjunginya merupakan peninggalan kakek buyut yang hingga kini masih berdiri kokoh dan menjadi simbol persatuan keluarga besar.
“Sebagai bagian dari keluarga besar di kampung ini, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk datang melihat langsung kondisi rumah tua ini, apalagi dalam momen silaturahmi Hari Raya. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bentuk kepedulian terhadap akar dan warisan keluarga,” ujarnya.
Rumah tua yang dikenal dengan nama “Pattiran Mbaham Wiria” tersebut terletak strategis di bawah area masjid dan di pinggir jembatan Kampung Offie. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah ini juga menjadi pusat berkumpulnya keluarga besar, termasuk marga Pattiran, Muri, dan kerabat lainnya.
Pemilik rumah, Sabaruddin Pattiran, menyampaikan bahwa bangunan tersebut memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi. Selama ini, rumah itu menjadi tempat menyatukan keluarga besar dalam berbagai momen penting, baik kegiatan adat maupun pertemuan kekeluargaan.
Dalam kesempatan itu, Willy Hegemur juga menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya perbaikan dan pengembangan rumah tua tersebut agar tetap terjaga sebagai warisan keluarga. Ia mengaku telah berdiskusi dengan para paman dan sepupu untuk bersama-sama memperhatikan kebutuhan rumah tersebut ke depan.
“Kami sudah sepakat untuk mulai mengidentifikasi apa saja yang perlu dibenahi. Ini rumah adat, rumah kebersamaan. Karena itu, harus dijaga dan dirawat dengan baik sebagai identitas keluarga besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa menjaga rumah tua bukan hanya soal mempertahankan fisik bangunan, tetapi juga merawat nilai-nilai kekeluargaan, sejarah, dan identitas budaya yang melekat di dalamnya.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh keluarga besar di Kampung Offie. Mereka berharap perhatian yang diberikan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian rumah tua sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan lintas generasi.
Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab terhadap warisan leluhur, kehadiran Willy Hegemur di Kampung Offie menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada upaya menjaga akar budaya dan sejarah keluarga sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
(RIA)




