NEWS

Ketua TP PKK Fakfak Hadiri Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua

Transparansi Tanpa Tawar

Fakfak, SpiritRevolusi.id — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, menghadiri langsung kegiatan dalam rangka mendukung Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang digelar di Aula Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Stasi Sungai-Gewerpe, Jumat (8/5/2026).

Kehadiran istri Bupati Fakfak tersebut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya yang hidup di tengah masyarakat Fakfak. Sosok yang akrab disapa Mama Nurwidayati itu dikenal selalu hadir dalam berbagai agenda penting masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Dalam kegiatan penuh nuansa kebersamaan dan toleransi itu, Nurwidayati hadir bersama Kepala Dinas Perkebunan serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan nyata terhadap suksesnya rangkaian perayaan besar Gereja Katolik di Tanah Papua.

Berdasarkan undangan panitia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap rangkaian Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua sekaligus Syukuran 1 Tahun Episkopal Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, yang akan berlangsung di Fakfak pada 18–24 Mei 2026.

Panitia pelaksana dalam undangannya menegaskan bahwa kegiatan itu digelar dalam semangat kebersamaan yang berakar pada nilai luhur adat dan iman, sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung karya Gereja di Tanah Papua.

Kehadiran Mama Nurwidayati dinilai memberi warna tersendiri dalam setiap momentum kemasyarakatan di Fakfak. Sikap sederhana, dekat dengan masyarakat, serta konsisten menghadiri undangan warga membuat dirinya mendapat tempat di hati banyak kalangan.

Momentum ini juga memperlihatkan kuatnya semangat toleransi dan persaudaraan di Kabupaten Fakfak yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan kehidupan antarumat beragama yang harmonis. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat terus menjaga nilai persatuan dalam bingkai “Satu Tungku Tiga Batu” yang menjadi filosofi hidup masyarakat Fakfak.

(Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button