RSUD Fakfak Perkuat NICU-PICU dan Emergency, Siapkan Transformasi Menuju RS PONEK Modern di Papua Barat
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak — Komitmen meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak terus diperkuat oleh RSUD Fakfak. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Fakfak itu kini memfokuskan pengembangan layanan NICU, PICU, serta emergency sebagai bagian dari transformasi menuju rumah sakit PONEK yang lebih modern, terpadu, dan profesional.
Penguatan layanan tersebut sejalan dengan program peningkatan kesehatan ibu dan anak di Tanah Papua yang mendapat dukungan dari UNICEF bersama Pemerintah Indonesia dan KOICA. Program itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi baru lahir, serta anak-anak, khususnya di wilayah Papua.
Direktu RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, mengatakan manajemen rumah sakit saat ini terus melakukan pembenahan pada sejumlah layanan prioritas guna menjawab kebutuhan masyarakat Fakfak dan daerah sekitarnya.
Menurutnya, pelayanan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan penanganan bayi dan anak dalam kondisi kritis. Selain itu, penguatan layanan emergency juga sedang dipersiapkan agar rumah sakit mampu memberikan pelayanan cepat, tepat, dan maksimal bagi pasien gawat darurat.
“RSUD Fakfak terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama pelayanan ibu dan anak, termasuk penguatan NICU, PICU, dan emergency sebagai bagian dari pengembangan rumah sakit menuju RS PONEK,” ujar Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S.
Ia menjelaskan, pengembangan RS PONEK atau Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif sangat penting karena menjadi salah satu standar utama rumah sakit dalam menangani kegawatdaruratan ibu dan bayi secara terpadu selama 24 jam
Selain pembenahan fasilitas dan pelayanan medis, manajemen rumah sakit juga memberi perhatian serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan.
Saat ini, unit pendidikan dan pelatihan (diklat) RSUD Fakfak tengah dipersiapkan untuk memperoleh Akreditasi C dari Kementerian Kesehatan, khususnya pada bidang mutu dan pengembangan SDM kesehatan
Apabila akreditasi tersebut terpenuhi, maka RSUD Fakfak nantinya dapat menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) bersertifikat secara mandiri bagi tenaga kesehatan di daerah.
“Diklat RSUD Fakfak sedang dipersiapkan agar memperoleh Akreditasi C dari Kementerian Kesehatan. Jika sudah terpenuhi, maka RSUD Fakfak bisa menyelenggarakan TOT bersertifikat bagi sekitar 25 peserta,” jelasnya.
Farid menambahkan, dukungan UNICEF saat ini menjadi pemicu awal dalam penguatan kapasitas layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya melalui dukungan pembiayaan akomodasi, pelatihan tenaga kesehatan, serta peningkatan kompetensi SDM rumah sakit.
Namun ke depan, program tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan penuh dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sehingga pengembangan pelayanan kesehatan di Fakfak dapat berjalan secara berkesinambungan.
“Dukungan UNICEF ini menjadi trigger awal untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Selanjutnya tentu diharapkan ada dukungan berkelanjutan dari pemerintah agar peningkatan layanan dapat terus berjalan,” ungkapnya.
Penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pengembangan layanan ibu dan anak tersebut diharapkan mampu menjadikan RSUD Fakfak sebagai rumah sakit rujukan yang semakin terpercaya dan modern di wilayah Papua Barat, khususnya dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.
(Ria)




