Pala Tomandin Bukan Sekadar Hasil Kebun, Tapi Jati Diri dan Harga Diri Masyarakat Fakfak
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id FAKFAK – Di balik harum rempah yang mendunia, Pala Tomandin kini tidak lagi dipandang sekadar komoditas perkebunan semata. Bagi masyarakat Kabupaten Fakfak, pala adalah identitas budaya, simbol kehidupan, sekaligus warisan leluhur yang terus dijaga lintas generasi.selasa 2/6/2026.
Semangat menjaga marwah pala Fakfak itu terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui berbagai langkah strategis, mulai dari perlindungan mutu, standarisasi, hilirisasi, hingga penguatan nilai budaya dan konservasi lingkungan.
Pemerintah daerah bahkan telah menetapkan Pala Tomandin sebagai tanaman budidaya, pelestarian, dan konservasi melalui Keputusan Bupati Fakfak Nomor 500.8–25 Tahun 2026. Kebijakan tersebut menjadi tonggak penting dalam mempertegas posisi pala sebagai kekayaan daerah yang memiliki nilai ekonomi, budaya, dan ekologis sekaligus.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menegaskan bahwa pala memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat adat Fakfak karena diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.
Dalam filosofi budaya lokal, masyarakat Fakfak mengenal istilah “Meri Totora”, yang memaknai pala sebagai “ibu” yang memberi kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat. Filosofi tersebut menjadikan pala bukan hanya tanaman ekonomi, tetapi bagian dari jati diri orang Fakfak yang harus dijaga bersama.
Karena itu, pemerintah daerah kini mendorong pengembangan pala secara berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga kualitas, ekosistem, dan nilai budaya yang melekat pada Pala Tomandin Fakfak.
Langkah nyata dilakukan melalui penguatan tata niaga dan pengendalian mutu pala. Pemerintah Kabupaten Fakfak menerbitkan berbagai kebijakan untuk memastikan buah pala dipanen pada tingkat kematangan yang tepat agar kualitas rempah khas Fakfak tetap terjaga dan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Selain itu, upaya standarisasi mutu melalui penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pala Tomandin juga terus dilakukan dengan melibatkan petani, kelompok tani, pengepul, hingga pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikan kualitas pala Fakfak tetap unggul dan bernilai tinggi di tengah persaingan pasar global.
Tak hanya di sektor perdagangan, gerakan menjaga identitas pala juga mulai menyentuh lingkungan keluarga dan generasi muda. Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak bersama Dinas Perkebunan aktif melakukan penanaman Pala Tomandin Grafting di lingkungan masyarakat sebagai bentuk penghijauan produktif berbasis komoditas lokal.
Di kalangan pelajar, edukasi tentang pala unggul juga mulai diperkuat. Pemerintah daerah ingin generasi muda Fakfak memahami bahwa pala bukan sekadar hasil kebun, tetapi aset masa depan daerah yang harus diwariskan dan dikembangkan.
Pemerintah Kabupaten Fakfak juga terus memperluas areal tanam pala unggul untuk mendukung hilirisasi industri pala daerah. Berbagai produk turunan seperti minyak pala, sirup pala, manisan, hingga ekstrak rempah mulai dikembangkan guna membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman dan tantangan ekonomi global, Pala Tomandin tetap berdiri sebagai simbol ketahanan masyarakat Fakfak. Dari kebun-kebun warisan leluhur di lereng dan pesisir Tanah Mbaham Matta, pala terus hidup, tumbuh, dan menjadi napas ekonomi rakyat.
Kini, perjuangan menjaga Pala Tomandin bukan hanya soal mempertahankan komoditas unggulan daerah, tetapi menjaga identitas Kabupaten Fakfak agar tetap dikenal dunia sebagai tanah rempah yang kaya budaya, sejarah, dan martabat masyarakatnya.
(Ria)



