Uncategorized

Bupati Fakfak Dorong Investasi Rp36 Triliun Berjalan, Minta Semua Pihak Kawal Manfaat bagi Masyarakat

Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mendorong agar berbagai rencana investasi berskala besar di wilayah Fakfak dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bupati Fakfak Samaun Dahlan menegaskan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif, terutama terhadap rencana investasi dengan nilai sekitar Rp36 triliun yang berkaitan dengan pengembangan kawasan dan sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah Distrik Bomberay dan Tomage.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama masyarakat di kawasan Bomberay dan Tomage. Pemerintah daerah berharap seluruh pihak dapat mengawal proses investasi secara terbuka sehingga berbagai potensi ekonomi yang masuk ke daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Menurut pemerintah daerah, investasi dalam skala besar bukan semata-mata mengenai nilai modal yang masuk, tetapi juga berkaitan dengan peluang pembukaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur serta terbukanya kesempatan bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam kegiatan usaha.

Karena itu, Bupati meminta agar tidak ada pihak yang menghambat investasi sepanjang seluruh prosesnya dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku.

Namun, dorongan terhadap investasi tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat adat, lingkungan hidup dan kepastian hukum. Pemerintah Kabupaten Fakfak sebelumnya juga menegaskan bahwa investasi dan hilirisasi harus memperhatikan keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, penguatan masyarakat adat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Investasi Harus Berikan Manfaat Nyata

Sektor perkebunan menjadi salah satu bagian dari dinamika investasi yang berkembang di wilayah Bomberay dan Tomage. Salah satu rencana yang mendapat perhatian adalah pengembangan perkebunan kelapa sawit oleh PT STM Agro Energi.

Laporan Jubi menyebut perusahaan tersebut sejak Mei 2025 menjajaki rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit sekitar 15.900 hektare di Distrik Tomage dan Bomberay. Pada saat yang sama, terdapat masyarakat adat yang menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi dampak lingkungan dan perubahan kondisi wilayah apabila kegiatan perkebunan dilaksanakan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembahasan investasi tidak hanya menyangkut besarnya nilai modal, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang terbuka antara pemerintah, perusahaan, masyarakat adat dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagi pemerintah daerah, keberadaan investasi diharapkan dapat menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekonomi Fakfak. Namun, manfaat tersebut harus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui kesempatan kerja, kemitraan usaha, peningkatan pendapatan serta pengembangan ekonomi lokal.

Masyarakat Adat Perlu Dilibatkan

Dalam arah pembangunan Fakfak, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Bupati Samaun Dahlan sebelumnya mengajak generasi muda, mahasiswa dan kader intelektual untuk ikut mengawal investasi serta arah pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa investasi harus menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah dengan tetap mengedepankan transparansi, kemitraan dan keberlanjutan.

Prinsip tersebut menjadi penting karena wilayah Bomberay dan Tomage memiliki potensi ekonomi yang besar sekaligus menyimpan kepentingan sosial, adat dan lingkungan yang harus diperhatikan secara bersamaan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan setiap tahapan investasi berjalan sesuai perizinan dan ketentuan hukum, termasuk proses komunikasi serta pelibatan masyarakat yang terdampak.

Jaga Investasi, Jaga Kepentingan Masyarakat

Dengan nilai investasi yang besar, keberadaan proyek-proyek strategis di Fakfak berpotensi mengubah struktur ekonomi kawasan dalam jangka panjang.

(Ria)

Related Articles

Back to top button